Banjarmasin Beri Hak Sama untuk Warga Akses Sarana Publik

- Penulis

Senin, 19 November 2018 - 19:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Lima puluh dua orang Lurah se Kota Banjarmasin bersama lima Camat mengikuti kegiatan Penataran yang dilaksanakan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Banjarmasin.

Kegiatan bertemakan Keharmonisan Dalam Keberagaman “Peningkatan Peran ASN Dalam Penerapan PBM nomor 9 dan 8 tahun 2006′, yang dilaksanakan di Ball Room Hotel Royak Jelita Banjarmasin itu, dibuka Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Senin (19/11).

H Ibnu Sina menegaskan, Kota Banjarmasin adalah kota yang sangat toleran dan sangat menghargai hak azasi manusia. .Bahkan, katanya lagi, Kota Banjarmasin juga memberikan hak yang sama kepada semua warga untuk mengakses sarana publik.

“Pemerintah Kota punya komitmen untuk memberikan sarana yang universal kepada seluruh masyarakat. Penyediaan sarana publik itu adalah suatu kewajiban bagi pemerintah, itu yang dimaksud pelayanan dasar, makanya dalam konteks kegiatan FKUB, ulun rasa sangat penting dan strategis,” katanya, saat menyampaikan sambutannya saat pembukaan kegiatan tersebut.

Selain itu, lanjutnya, di Kota Banjarmasin siapapun bebas melaksanakan ajaran agamanya masing-masing.

Karena itu, dalam Forum Festival HAM di Kabupaten Wonosobo Pemko Banjarmasin mendapatkan kehormatan menjadi narasumber. “Kita mendapat kehormatan karena berhasil mengelola perbedaan suku, agama, etnis, kemudian semua warga kota juga mendapatkan perhatian yang sama dan kesempatan yang sama,” ucapnya.

Baca Juga :   BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

Ketua FKUB Banjarmasin, HM Makruf Abdullah mengatakan, kegiatan penataran tersebut dilaksanakan untuk menambah wawasan pengetahuan tentang FKUB bagi para ASN di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Banjarmasin M Rofi’i dalam sambutannya mengatakan, dalam Islam, kebhinekaan dan keberagaman termasuk juga pembelaan itu sudah menjadi sunnahtullah. “Hadist Rasulullah SAW perbedaan antara umat itu menjadi rahma. Jadi perbedaan-perbedaan keberagaman itu bagaimana kita menjadikan sebagai rahmat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan yang dihadiri Forkopimda Kota Banjarmasin itu adalah penyematan tanda peserta penataran oleh Walikota Banjarmasin kepada dua orang peserta.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027
GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Berita Terbaru