BANJARMASIN akan Miliki Jembatan Kembar di Kawasan Pasar Lama

Bagikan :
BANJARMASIN akan Miliki Jembatan Kembar di Kawasan Pasar Lama

SuarIndonesia — Proyek pembangunan Jembatan Sulawesi yang sempat tertunda akibat adanya refocusing anggaran di tahun lalu, akhirnya dilanjutkan lagi di tahun ini.

Artinya, akan ada jembatan kembar di kawasan Kelurahan Pasar Lama tersebut

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Bidang Jembatan di Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Damayanti menyatakan, tahun ini proyek pembangunan jembatan itu dibangun melalui dana APBD.

Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp16,8 miliar. Ditargetkan, pembangunannya paling lama memakan waktu delapan bulan.

“Bulan Maret atau April, sudah mulai dilaksanakan pengerjaan fisiknya,” ungkapnya, Selasa (18/1/2022).

Damayanti menjelaskan, tahap pembebasan lahan alias ganti rugi sudah sepenuhnya selesai dilaksanakan. Tinggal menunggu eksekusi lahan yang saat ini masih dihuni oleh warga.

Karena itu, dalam dua bulan ini pihaknya memberi waktu kepada warga untuk mengosongkan lahan. Karena lahan untuk pembangunan jembatan itu sudah menjadi hak milik Pemko Banjarmasin.

“Saya lupa ada berapa persil. Tapi, itu sudah selesai ganti ruginya. Tinggal dibebaskan saja,” jelasnya.

Disinggung terkait mengapa pengerjaan jembatan sempat tertunda, Damayanti mengaku lantaran ketiadaan anggaran.

Maklum, pembiayaan pembangunan Jembatan Sulawesi itu mulanya mengandalkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan oleh pemerintah pusat.

“Di tahun 2020, pelaksanaan batal. Karena dana bantuan dari pemerintah pusat dipotong untuk penanganan Covid-19,” tuturnya.

“Di tahun 2021, kami kembali mengajukan pelaksanaannya, tapi dananya masih belum mencukupi. Sehingga pengerjaannya pun dioper ke pengerjaan jalan untuk kawasan tersebut,” lanjutnya.

Lebih jauh, Damayanti menjelaskan bahwa untuk bentuk atau desain jembatan yang bakal dibangun, tak jauh berbeda dengan desain yang ada. Kalaupun ada perubahan, hanya menyesuaikan kondisi di lapangan.

Sementara itu, sejumlah warga di kawasan Jalan Sulawesi, itu sudah mengetahui rencana lanjutan pembangunan jembatan itu.

“Pemilik kios ini sudah memberitahu kami. Bahwa tempat yang kami pakai ini juga terdampak pembebasan lahan,” ungkap salah seorang pedagang telur, Suryani, Selasa (18/1/2022).

“Pemilik kios ini setahu saya sudah menerima uang ganti pembebasan lahan. Kami sebagai pedagang siap mengosongkan dagangan. Tapi menunggu surat pemberitahuan dari pemko,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ahmad Muhazir, pemilik lahan sekaligus pemilik bengkel di kawasan tersebut. (SU)

 310 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.