Suarindonesia – Nilai-nilai patriotisme dan kejuangan dianggap mulai memudar dari sanubari generasi saat ini.
Hal ini diutarakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, HM Yusuf Efffendi,.
Melihat fenomena yang terjadi, Yusuf mengaku harus ada cara menanamkan nilai-nilai patritik, kepahlawanan dan kejuangan tersebut.
Berdasarkan hal itu menurut Yusuf, mengilhami pihaknya untuk menggelar Lomba Baca Puisi Perjuangan Dalam Rangka Proklamasi Pemerintah Gubernur Tentara ALRI divisi IV pertahanan Kalimantan.
Yusuf mengaku banyak nilai sejarah yang terkandung dari perjuangan tentara divisi ALRI. Yusuf menyebut, salah satu nilai pundamentak yang terkandung adalah teks kemerdekaan Indonesia hanya ada dua, satu dibacakan Soekarno di Jakarta dan satu lagi dibacakan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, Brigjen Hasan Basri.
“Lompa seperti ini penting digelorakan, sebagaimana diketahui karena perkembangan teknologi kadang kala anak kita hanya asyik dengan informasi yany berkembang yang bisa mengakibatkan erosi jiwa patriotisme dan perjuangan. Melalui momentum ini kami ingin mrnggelorakan agar terpatri jiwa patriotisme, nasionalisme, dan perjuangan,” ujarnya.
Yusuf berharap, sebanyak 34 siswa SLTA yang menjadi peserta tidak hanya sekedar membaca teks puisi, tapi juga menanamkan nilai kejuangan. “Nilai perjuangan dan patriotisme merupakan modal dasar bagi tegak dan utuhnya negara kesatuan republik Indonesia,” tegas Yusuf.
Salah satu pesertaz Fuad Farid Gifari dari SMA 1 Banjarbaru yang membawakan puisi karya Rayhadi Judul Hari Ini Rutin mengaku ikut lomba untuk manyalurkan bakat dan hobi. Dikatakan dia bahwa memang dirinya suka pusi, dan persiapannya sudah banyak melakukan latihan puisi.
“Kami berharap semakin banyak wadah untuk menyalurkan bakat dan hobi membaca puisi,” ujarnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















