ASET PT Jiwasraya Terus Ditelusuri, di Kalsel 40 Hektare Lahan dan Penilaian PPA Kejaksaan Agung untuk Dilelang

Bagikan :
ASET PT Jiwasraya Terus Ditelusuri, di Kalsel 40 Hektare Lahan dan Penilaian PPA Kejaksaan Agung untuk Dilelang
Kepala Pusat Pemulihan Aset (Kapus PPA) Kejaksaan Agung RI, Erlan Suherlan (kanan) didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Rudi Prabowo Aji SH MH.

SuarIndonesia – Aset PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus ditelusuri dan disita Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI) berkaitan atas kasus korupsi.

Bahkan teryata di daerah Kalsel (Kalimantan Selatan) ada sekitar 40 hektare dan penilaian PPA Kejaksaan Agung bersama pihak KPK-NL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang serta BPN (Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Iya kita sudah melihat secara bersama sama lahan yang disita untuk penilaian dan selanjutnya dilakukan pelenangan,” kata Kepala Pusat Pemulihan Aset (Kapus PPA) Kejaksaan Agung RI Erlan Suherlan didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Rudi Prabowo Aji SH MH, kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Dikatakan, aset milik PT Asuransi Jiwasraya berupa lahan kosong seluas 40 hektare, yang posisinya berada di Desa Handil Kandangan Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

“Aset tanah tersebut akan segera dilelang guna menutupi kerugian negara yang mencapai 18,3 triliun akibat korupsi pihak Jiwasraya,” tambahnya.

Disebut, untuk appraisal pihaknya dibantu DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) di Pusat dan di daerah Kalsel KPKNL juga BPN Kabupaten Banjar.

Appraisal lanjut Kapus PPA Kejaksaan Agung RI merupakan langkah awal untuk menentukan nilai riil aset yang disita.

Tahapan appraisal sudah dilakukan sejak Senin (18/10/2021) dan dijadwalkan rampung dalam waktu satu minggu dan dilelang secara terbuka.

Disebut, aset lahan dimaksud sudah dipastikan tidak dalam posisi sengketa dan tidak sedang dijadikan sebagai agunan.

“Jadi posisi tanah sudah clear, sehingga nanti calon pembeli melalui lelang juga bisa lebih yakin,” ucapnya.

Aset lahan 40 hektare di Kalsel ini katanya, hanya satu dari sederet aset terpidana Benny Tjokro yang telah disita dan dirampas untuk negara.

Selain di Kalsel, aset-aset yang disita tersebar di sejumlah daerah lainnya termasuk di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Bentuknya beragam, mulai dari uang, saham, lahan hingga bahkan kapal pinisi.  Bahkan Appraisal yang dilakukan  serentak dan paralel di berbagai daerah itu.

Ditanya apakah dari seluruh aset selama ini disita bisa menutup atas kerugian Negara dari kasus korupsi perusahaan dimaksud?.

Kapus PPA Kejaksaan Agung RI Erlan Suherlan mengatakan, setidaknya ini semua bisa menutupi, dan telah banyak aset telah disita..

”Yang jelas pihak Kejaksaan Agung terus menelusuri dan termasuk harta kekayaan pribadi terpidana,” pungkasnya.

Sementara Kajati Kalsel, Rudi Prabowo Aji mengatakan, nantinya masyarakat umum bisa ikut menjadi peserta lelang aset tersebut melalui KPKNL Banjarmasin.

“Di sini semakin cepat aset ini laku melalui lelang, semakin cepat pula uangnya dikembalikan untuk negara. Kita juga berharap media bisa mensosialisasikan aset yang akan di lelang,” ucap Kajati Kalsel. (ZI)

 966 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!