AS: 30 Ribu Pekerja Boeing Mogok Kerja 4 Hari Berturut-turut

- Penulis

Selasa, 17 September 2024 - 00:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pekerja pabrik Boeing memegang poster sambil menunggu pemungutan suara untuk kontrak penuh pertama mereka dalam 16 tahun, di aula serikat pekerja Distrik 751 Asosiasi Pekerja Mesin dan Dirgantara Internasional, di Renton, Washington, AS, Kamis (12/9/2024) lalu. (Foto: REUTERS/David Ryder)

Para pekerja pabrik Boeing memegang poster sambil menunggu pemungutan suara untuk kontrak penuh pertama mereka dalam 16 tahun, di aula serikat pekerja Distrik 751 Asosiasi Pekerja Mesin dan Dirgantara Internasional, di Renton, Washington, AS, Kamis (12/9/2024) lalu. (Foto: REUTERS/David Ryder)

SuarIndonesia — Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh lebih dari 30 ribu pekerja Boeing telah memasuki hari keempat pada Senin (16/9/2024). Para pekerja adalah mereka yang membuat pesawat di pabrik-pabrik di pesisir barat Amerika Serikat (AS).

Sementara, para negosiator dari pihak perusahaan dan serikat pekerja dijadwalkan untuk melanjutkan pembicaraan mengenai kontrak kerja pada Selasa (17/9/2024).

Serikat pekerja terbesar di Boeing Asosiasi Masinis dan Pekerja Dirgantara Internasional (IAM) telah menolak kontrak yang mencakup kenaikan gaji sebesar 25 persen yang dibagi dalam empat tahun, namun menghapus tunjangan kinerja tahunan.

Dialnsir CNNIndonesia dari CNA, para pimpinan serikat pekerja akan bertemu dengan mediator federal dan Boeing untuk memulai kembali negosiasi tenaga kerja pada Selasa (17/9/2024).

Jon Holden, negosiator utama serikat pekerja, mengatakan bahwa para pekerja ingin Boeing meningkatkan tawaran upahnya dan mengembalikan tunjangan pensiun yang telah dicabut 10 tahun lalu sebagai imbalan untuk mempertahankan produksi pesawat di Negara Bagian Washington.

Dua sumber serikat pekerja mengatakan mereka tidak berharap Boeing mengembalikan tunjangan pensiun. Akan tetapi, permintaan itu dapat digunakan untuk menegosiasikan kontribusi pensiun perusahaan yang lebih besar dan gaji yang lebih tinggi.

Anggota serikat pekerja yang berada di barisan piket di luar pabrik Boeing di sekitar Seattle, AS merasa optimis akan peluang mereka untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dari Boeing.

Ini adalah aksi mogok kerja de-8 sejak IAM didirikan pada 1930. Dua aksi mogok kerja terakhir, yakni pada 2008 dan 2005, masing-masing berlangsung selama 57 hari dan 28 hari.

Baca Juga :   CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Reuters mewawancara lima pekerja yang menggunakan aksi mogok kerja sebagai tolak ukur untuk perencanaan keuangan mereka. Pasalnya, mereka tidak akan menerima gaji selama pemogokan.

Serikat pekerja memberikan US$250 atau setara Rp3,8 juta (asumsi kurs Rp15.396 per dolar AS) per minggu kepada mereka yang mengikuti aksi mogok kerja.

“Saya bisa bertahan selama 6-8 minggu, tetapi terserah manajemen Boeing untuk memutuskan kapan mereka ingin menawarkan kesepakatan yang adil,” ujar Thinh Tan, seorang insinyur di pabrik Boeing 737 Max.

Banyak pekerja pabrik melampiaskan kemarahan yang telah terjadi selama lebih dari 10 tahun saat mereka menyaksikan upah mereka jauh di bawah inflasi, sementara bonus eksekutif membengkak.

Bahkan sebelum para pekerja pabrik melakukan aksi mogok kerja, Boeing telah bergulat dengan krisis keselamatan dan produksi yang dipicu oleh insiden panel pintu yang lepas dari pesawat 737 Max pada Januari 2024 silam.

Lembaga Fitch and Moody’s bersama S&P Global Ratings memperingatkan bahwa aksi mogok kerja yang berkepanjangan dapat menyebabkan penurunan peringkat Boeing, yang dibebani dengan utang sebesar US$60 miliar atau setara Rp923,65 triliun. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:13

BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:08

PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:02

PEMUKIMAN di Jalan Batu Merah Sungai Andai Membara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:53

DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:49

KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:42

BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan

Berita Terbaru

Kalsel

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:21

Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Batu Merah 1, RT 48 RW 04, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Jumat (23/10/2026) subuh (SuarIndonesia/DO)

Kalsel

PEMUKIMAN di Jalan Batu Merah Sungai Andai Membara

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:02

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca