ANGKA “Fatherless” pada Ayah tak Bekerja Lebih Tinggi

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 21:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan hasil pendataan keluarga 2025 yang memotret angka fatherless di Indonesia yang masih cukup tinggi di Jakarta pada Rabu (26/11/2025). (Foto: Antara/Lintang Budiyanti P)

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan hasil pendataan keluarga 2025 yang memotret angka fatherless di Indonesia yang masih cukup tinggi di Jakarta pada Rabu (26/11/2025). (Foto: Antara/Lintang Budiyanti P)

SuarIndonesia — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyampaikan hasil pendataan keluarga tahun 2025 yang menunjukkan bahwa persentase fatherless atau hilangnya peran ayah dalam keluarga lebih tinggi pada kepala keluarga yang tidak bekerja.

Data menunjukkan bahwa keluarga dengan kepala keluarga yang tidak bekerja memiliki angka fatherless yang lebih tinggi (63 persen) dibandingkan kepala keluarga yang bekerja (24,1 persen).

“Sekitar satu dari empat keluarga yang memiliki anak di Indonesia atau 25,8 persen mengalami fatherless. Hilangnya peran ayah secara ekonomi menjadi salah satu yang meningkatkan risiko tersebut,” kata Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji di Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Berdasarkan pendataan keluarga tahun 2025, angka fatherless paling tinggi menurut provinsi yakni Papua Pegunungan (50,2 persen), disusul Papua Selatan (40,1 persen), Papua Tengah (39,4 persen), dan Papua (30,4 persen).

Selain Papua, angka fatherless yang tinggi juga dialami oleh Provinsi Sumatra Utara (30,4 persen), Sumatra Barat (28,5 persen), Jawa Barat (29,5 persen), dan Sulawesi Selatan (28,1 persen). Sementara itu, Bali menduduki proporsi terendah sebesar 15,1 persen.

Untuk itu, Wihaji menekankan pentingnya literasi pengasuhan ayah, penguatan layanan konseling keluarga di tingkat desa dan kelurahan sehingga dapat meningkatkan peran ayah dalam keluarga dan lingkungan.

Selain itu, pendataan keluarga juga memotret angka fatherless di pedesaan yang lebih tinggi daripada di perkotaan. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh sebagian besar kepala keluarga di pedesaan yang harus mencari pendapatan di perantauan.

Baca Juga :   DPRD KALSEL Penguatan Pressroom Lewat Kolaborasi Antarparlemen di Yogyakarta

“Jadi bapaknya rata-rata mencari rezeki di luar kota yang mempengaruhi fatherless. Berdasarkan data tadi memang lebih banyak di pedesaan, sekitar 26,3 persen karena orang tua, khususnya bapak mencari kerja di rantauan, sedangkan di perkotaan 25,4 persen,” tutur Wihaji dilansir dari AntaraNews.

Oleh karena itu, Mendukbangga menegaskan pentingnya menggunakan teknologi untuk tetap menjalin komunikasi antara ayah dengan anak.

“Tentu ada beberapa indikator yang itu kita hormati, tetapi mungkin komunikasi yang ada sekarang dengan teknologi mesti lebih dieratkan, biar tidak ada suasana kesepian kehilangan sosok ayah. Jadi, walaupun jauh saya minta tolong sempatkan komunikasi, sempatkan ngobrol walaupun lewat teknologi,” paparnya.

Selain faktor ayah yang bekerja jauh, tingkat fatherless di pedesaan lebih tinggi karena norma yang membatasi peran ayah sebagai pencari nafkah dan rendahnya literasi pengasuhan.

Sulitnya akses layanan serta budaya yang masih menempatkan pengasuhan pada ibu juga turut berkontribusi pada tingginya angka fatherless di Indonesia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI
DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang
STOK BBM Indonesia Aman karena Punya Sumber Minyak Baru
MENAKER YASSIERLI: Meski WFH, Gaji Karyawan Swasta/BUMN-BUMD Wajib Penuh
MENKEU PURBAYA: Sementara, Pertamina Tanggung Selisih BBM Nonsubsidi

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca