SuarIndonesia – Pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia berimbas pada realisasi investasi di Kalsel.
Dari target Rp12 triliun pada 2020 hanya terealisasi Rp7,76 triliun atau 60 persen.
Dijelaskan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Ir. Nafarin, investasi yang masuk berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN). Investasi PMDN sekitar Rp4,29 triliun dengan 1.672 proyek.
Ia menambahkan, realisasi penanaman modal asing (PMA) selama 2020 hanya sekitar Rp3,47 triliun dengan total proyek sebanyak 327.
“Tahun 2019 kita mampu mencapai target, realisasinya mencapai Rp15,6 triliun,” katanya.
Menurutnya, ada beberapa hal yang mempengaruhi turunnya investasi. Salah satunya adalah mewabahnya virus corona, karena pandemi sejumlah investor memilih menunda berinvestasi.
Di samping itu, dia mengungkapkan, turunnya ekspor batu bara dan CPO selama 2020 juga mengakibatkan investasi Banua anjlok.
Dia berharap, tahun ini investasi kembali bergairah walaupun pandemi masih belum usai.
Pada 2021 ini investasi Kalsel ditargetkan mampu mencapai Rp14 triliun.
“Kami akan melakukan segala upaya. Salah satunya melalui promosi dan meyakinkan ke negara lain melalui kedutaan besar mereka di Jakarta bahwa berinvestasi di Kalsel sangat baik,” bebernya.(adv/RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















