AKHIRNYA 7 Daerah dI Kalsel Naik PPKM ke Level III

Bagikan :
AKHIRNYA 7 Daerah dI Kalsel Naik PPKM ke Level III

SuarIndonesia – – Akhirnya, berdasarkan evaluasi terakhir ada 7 daerah di Kalsel (Kalimantan Selatan) dinyatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) naik ke  level III.

Ke 7 daerah tersebut adalah Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Kota Banjarmasin, dan Banjarbaru.

Penetapan saat ini bukan lagi status di provinsi, namun berada di kabupaten kota.

Ada 7 daerah itu meningkat dari level 2 ke level 3, daerah lainnya juga ada yang meningkat dari level 1 ke level 2.

Dari penetapan PPKM tersebut maka kabupaten kota terkait yang melakukan pembatasan sesuai level PPKM yang ditetapkan pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, HM. Muslim, Selasa (15/2/2022).

Jika dikalkulasi dari kasus yang ada, covid-19 varian omicron mendominasi dengan persentase 82 persen selebihnya varian delta.

“Di Kalsel saat ini omicron memang dominan, tapi delta juga masih ditemukan. Saat pengujian melalui whole genome sequence (WGS) tidak semuanya omicron yang artinya varian delta juga masih ada,” kata Muslim.

Ia menambahkan, dari 17 spesimen yang dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 14 di antaranya terkonfirmasi varian omicron. Dengan hasil itu Muslim menyebut 82 persennya adalah omicron.

“Dapat disimpulkan dari kasus saat ini didominasi varian omicron,” bebernya.

Ia menambahkan, positivity rate di Kalsel saat mencapai 18 persen dan case vatality rate (CFR) 3,21 persen. Berdasarkan data kemarin penambahan kasus baru berjumlah 713 orang, paling banyak dari Banjarmasin 329 orang.

Jumlah kasus keseluruhan 75.380 terdiri dari 68.275 sembuh, 4.686 dirawat, dan 2.419 meninggal dunia.

“Dari kasus aktif berjumlah 4.686 yang dirawat di rumah sakit sekitar 26 persen. Jika sudah di atas 60 persen maka masuk kategori mengkhawatirkan,” katanya.(RW)

 242 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.