DIBEBASKAN! Ahed Tamimi: Kondisi Penjara Israel tak Manusiawi!

- Penulis

Kamis, 30 November 2023 - 23:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Palestina Ahed Tamimi disambut dalam upacara penyambutan di Ramallah, Rabu (29/11/2023) malam waktu setempat, menyusul pembebasan 30 tahanan Palestina dari penjara Israel dalam kesepakatan sandera Israel di Gaza. (AFP/Jaafar ASHTIYEH)

Aktivis Palestina Ahed Tamimi disambut dalam upacara penyambutan di Ramallah, Rabu (29/11/2023) malam waktu setempat, menyusul pembebasan 30 tahanan Palestina dari penjara Israel dalam kesepakatan sandera Israel di Gaza. (AFP/Jaafar ASHTIYEH)

SuarIndonesia — Aktivis terkenal Palestina, Ahed Tamimi, dibebaskan bebas dari penjara Israel jelang berakhirnya perpanjangan gencatan senjata di Gaza pada Rabu (29/11/2023) malam waktu setempat.

Tamimi termasuk dalam daftar 30 tahanan Palestina yang dibebaskan Israel saat gencatan senjata sebelum diperpanjang lagi untuk kedua kalinya.

Usai bebas, Tamimi menjelaskan kondisi di dalam penjara Israel yang digambarkan tidak manusiawi.

“Tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada pakaian. Kami tidur di lantai,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengatakan ayahnya, Bassem Tamimi, juga masih mendekam di dalam penjara. Ayahnya juga merupakan seorang aktivis dan pemimpin aksi protes atas kependudukan Israel di Tepi Barat.

“Mereka mengancam untuk membunuh ayah saya yang mendekam di dalam penjara Israel,” tambah Ahed Tamimi.

Layanan Penjara Israel merilis daftar warga Palestina yang dibebaskan pada Rabu ke situs web-nya. Di situs tersebut, terdapat nama Ahed Tamimi di antara puluhan tahanan lain.

Seorang pejabat Palestina juga mengatakan Tamimi dibebaskan setelah dipenjara di Penjara Damon, dekat kota Haifa, Israel.

Dilansir CNNIndonesia dari Reuters, pasukan Israel menangkap Ahed Tamimi Senin (6/11/2023) lalu karena dituduh menghasut kekerasan. Ibunya membantah tudingan tersebut dan mengatakan tuduhan itu didasarkan pada unggahan media sosial palsu.

Tamimi merupakan perempuan berusia 22 tahun yang terkenal sebagai seorang aktivis. Ketika usianya masih 16 tahun pada 2017, ia berani menampar seorang tentara Israel yang menyerbu Nabi Saleh yang merupakan desanya di Tepi Barat.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Dia dan para aktivis lain sejak lama memang memprotes pendudukan Israel di daerah tersebut.

Akibat insiden tamparan itu, Tamimi akhirnya dijatuhi hukuman delapan bulan penjara usai mengaku bersalah atas pengurangan dakwaan termasuk penyerangan.

Ahed Tamimi merupakan satu dari ratusan orang di Tepi Barat yang ditangkap ketika kekerasan berkobar di wilayah itu kala konflik di Gaza juga memanas.

Israel beralasan penangkapan Tamimi di Tepi Barat ditujukan untuk menggagalkan potensi serangan di wilayah itu.

Pembebasan Tamimi ini terjadi pada hari ini, Rabu (29/11/2023) lalu, beberapa jam menjelang berakhirnya gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang diperpanjang pada hari ini, Kamis (30/11/2023).

Israel dan Hamas telah melangsungkan gencatan senjata sejak Jumat (24/11/2023) dan membebaskan ratusan orang baik warga Palestina, Israel, maupun warga asing. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca