AFRIKA SELATAN Khawatir Perang dengan Rusia!

- Penulis

Rabu, 19 Juli 2023 - 21:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa (kiri) setelah pertemuan dengan delegasi para pemimpin Afrika di Istana Constantine (Konstantinovsky) di Strelna, di luar Saint Petersburg, Sabtu (17/6/2023) lalu. (Foto: Evgeny Biatov/RIA NOVOSTI/AFP)

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa (kiri) setelah pertemuan dengan delegasi para pemimpin Afrika di Istana Constantine (Konstantinovsky) di Strelna, di luar Saint Petersburg, Sabtu (17/6/2023) lalu. (Foto: Evgeny Biatov/RIA NOVOSTI/AFP)

SuarIndonesia — Rencana kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Afrika Selatan (Afsel) menuai kontroversi di negara tersebut. Partai oposisi terkemuka Afsel mendesak pemerintah untuk menangkap Putin berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Namun, Presiden Afsel Cyril Ramaphosa bersikeras bahwa penangkapan Putin sama dengan deklarasi perang terhadap Rusia. Dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/7/2023), hal itu dituliskan oleh pemimpin Afsel tersebut dalam berkas pengadilan yang dirilis pada hari Selasa (18/7) waktu setempat, ketika negara itu terbelah soal menjadi tuan rumah bagi Putin.

Diketahui bahwa Putin telah diundang ke KTT BRICS di Johannesburg, Afsel bulan depan. Namun, Putin menjadi target surat perintah penangkapan ICC –sebuah ketentuan yang diharapkan akan diterapkan Afsel sebagai anggota ICC jika dia hadir.

Dilema diplomatik Afrika Selatan terjadi di pengadilan, di mana partai oposisi terkemuka, Aliansi Demokratik (DA), mencoba untuk memaksa pemerintah dan memastikan Putin ditahan dan diserahkan ke ICC jika dia menginjakkan kaki di negara tersebut.

Namun dalam tanggapannya, Ramaphosa menyebut tuntutan DA sebagai “tidak bertanggung jawab” dan mengatakan keamanan nasional dipertaruhkan.

“Rusia telah memperjelas bahwa menangkap presidennya yang sedang menjabat akan menjadi deklarasi perang,” katanya, seperti dilansir dari laman detikNews, Rabu (19/7/2023).

“Ini tidak sesuai dengan Konstitusi kita untuk mengambil risiko terlibat dalam perang dengan Rusia,” ujar Ramaphosa, seraya menambahkan bahwa ini bertentangan dengan tugasnya untuk melindungi negara.

Penangkapan itu juga akan merusak misi yang dipimpin Afrika Selatan untuk mengakhiri perang di Ukraina dan “menyita solusi damai”, tulis Ramaphosa.

Putin tidak Akan Hadiri KTT BRICS

Presiden Rusia Vladimir Putin dipastikan tidak akan menghadiri KTT negara-negara BRICS di Afrika Selatan (Afsel) bulan depan. Demikian diumumkan kepresidenan Afsel pada hari Rabu (19/7/2023), mengakhiri spekulasi selama berbulan-bulan.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Rencana kunjungan Putin ini telah menjadi masalah diplomatik yang pelik bagi Afrika Selatan.

Pemimpin Rusia itu menjadi target surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) — sebuah ketentuan yang diharapkan akan diterapkan oleh Afsel sebagai anggota ICC jika dia menginjakkan kaki di negara itu.

“Dengan kesepakatan bersama, Presiden Vladimir Putin dari Federasi Rusia tidak akan menghadiri KTT, tetapi Federasi Rusia akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri (Sergei) Lavrov,” kata Vincent Magwenya, juru bicara Presiden Afsel Cyril Ramaphosa, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/7/2023).

Menurut Magwenya, keputusan tersebut diambil setelah “sejumlah konsultasi” yang dilakukan oleh Ramaphosa dalam beberapa bulan terakhir, yang terakhir dilakukan semalam.

Afrika Selatan adalah ketua kelompok BRICS saat ini, yang juga mencakup Brasil, Rusia, India, dan China, yang disebut-sebut sebagai penyeimbang dominasi ekonomi Barat.

Putin secara resmi diundang ke KTT BRICS yang dijadwalkan berlangsung di Johannesburg, Afsel antara 22 dan 24 Agustus mendatang. Namun, pemerintah Afsel berada di bawah tekanan berat domestik dan internasional untuk tidak menjamunya.

“Presiden Ramaphosa yakin bahwa KTT akan berhasil dan menyerukan kepada seluruh bangsa untuk memberikan keramahtamahan yang diperlukan kepada banyak delegasi yang akan datang dari berbagai belahan benua dan dunia,” ujar Magwenya.

Sebelumnya, partai oposisi terkemuka Afsel, Aliansi Demokratik (DA), mencoba untuk memaksa pemerintah dan memastikan Putin ditahan dan diserahkan ke ICC jika dia menginjakkan kaki di negara tersebut. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:17

KOMITMEN Komisi III DPR RI Terus Mendukung Langkah Strategis BNNP Kalsel dan Perkuat Sinergi

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:30

OPS GAKTIBPLIN, Propam Polda Kalsel Pengecekan Anggota Dinas di Jalan Raya

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:48

RIBUAN JEMAAH Salat-kan dan Hantarkan Jenazah Ulama KH Husin Naparin

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:15

KALSEL BERDUKA, Tokoh Ulama KH Husin Naparin Wafat

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:21

DPRD KALSEL Beri Rekomendasi LKPj 2025 dan Restui Pemekaran

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:05

NYARIS TAWURAN, Polisi Amankan Delapan Remaja dan Sejumlah Sajam

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:49

PELATIH SILAT di Banjarmasin Diduga “Seks Menyimpang” Terhadap Muridnya Dibawah Umur

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:10

PANGDAM XXII/Tambun Bungai Berkolaborasi “Gerak Bersama” di Banjarmasin

Berita Terbaru

Headline

KALSEL BERDUKA, Tokoh Ulama KH Husin Naparin Wafat

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca