Suarindonesia – Robohnya tiang penyangga trafo listrik di depan rumah dinas (rumdin) Walikota Banjarmasin, di Jalan Dharma Praja, Achmad Yani Kilometer 4,5 Banjarmasin berdampak pada pelanggan.
Pasalnya, untuk pengembalian ke fungsi semula dengan material baru sekitar 120 pelanggan menunggu kurang lebih 24 jam.
Tiang yang roboh tersebut menyangga trafo berkekuatan 160 KVA atau mampu mengaliri listrik sebanyak 120 pelanggan dengan berat sekitar 800 Kilogram.
Untungnya, robohnya tiang trafo listrik tersebut tidak mengenai pagar rumah dinas kepala daerah di Banjarmasin ini.
Salah satu saksi mata yang juga merupakan seorang penjaga Rumah Dinas Wali Kota Banjarmasin, Ali R mengatakan bahwa tiang trafo listrik roboh sekitar pukul 12.45 WITA.
Padahal menurutnya, kondisi cuaca cukup stabil, tak ada angin maupun hujan. Syukurnya, ketika tiang roboh jalan nampak sepi. Meski ada satu buah mobil yang melintas, namun terlebih dahulu tiang trafo listrik roboh.

“Mungkin tiang listriknya keropos, sedangkan beban yang ditopang cukup berat,” ucapnya Ali kepada awak media, Sabtu (5/1/2019) siang.
Menurut Ali, dari dalam rumah dinas, terdengar suara keras. Sempat menduga suara kecelakaan lalu lintas, namun saat dilihat ternyata tiang trafo listrik roboh.
Saat kejadian, Istri Wali Kota Banjarmasin, Wasilah sempat kaget. Ia pun bergegas keluar rumah dan menengok kondisi di luar. Sementara, ajudan langsung menelepon pihak PLN.
Beberapa menit waktu berselang, sekitar 20 menit, kurang lebih enam orang pegawai PLN langsung datang ke lokasi dan memperbaiki tiang trafilo listrik roboh tersebut.
Saat dikonfirmasi, Supervisor PLN ULP Achmad Yani, Tri di lokasi mengatakan bahwa pihaknya masih menyediakan material pengganti.
“Kita semaksimal mungkin melakukan perbaikan, bahkan sampai malam hari,” ujarnya.
Sedangkan Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina sempat kaget atas robohnya tiang listrik tersebut. Namun, Ia bersyukur tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Ia meminta maaf kepada warga atas kejadian tersebut, sehingga aliran listriknya masyarakat terganggu.
Namun, Ia berharap kepada PLN agar secepat mungkin melakukan pembersihan. “Sementara rumah dinas pakai genset,” demikian Walikota H Ibnu Sina.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















