SuarIndonesia – Saat ini waspada karena pria penghipnotis masih gentayangan di wilayah Kota Banjarmasin lantaran belum tertangkap aparat Kepolisian.
Dua sepeda motor milik pengojek berhasil dibawa pelaku kabur dengan modus pinjam sebentar ingin membeli obat dan menitipkan amplop berwarna krem yang disebut palaku di dalamnya yang tebal ini berisi uang.
Para pengojek ini biasa mangkal di halaman depan Duta Mall Jalan Simpang Ulin Banjarmasin Tengah. Dari informasi, dalam seminggu ini sudah dua pengojek terpedaya pelaku dan bawa kabur motor .
Pada Rabu (4/9/2024 sekitar pukul pukul 13:00 WITA ketika pria bernana Samsuri, warga Jalan Pramuka Komplek Melati Indah Banjarmasin Timur, dengan sepeda motor Yamaha miliknya sedang mangkal menunggu penumpang di sekitaran depan rumah sakit.
Tiba-tiga dihampiri seorang pria mengenakan baju kaos lengan panjang warna merah dan bertopi di depan rumah sakit dan sempat menepuk pundak korban Samsuri seraya bertanya apotik obat dimana.
Karena ingin membeli obat untuk orang tuanya yang sedang di rawat di rumah sakit. Pria itu lantas berpura pinjam motor dan sebelumnya mentipkan amplop pada korban yang disebut berisi uang untuk biaya orang tuanya dan kalau dibawa takut tercecer.

amplop berisi potongan kertas dan motor korban Samsuri, yang dibawa kabur pelaku
Diduga karena sudah terhipnotis, korban begitu pasrah menyerahkan kunci motornya dan dengan santai pelaku tanpa mengenakan helm membawanya.
Setelah berjam-jam ditunggu tak muncul, dan korban mulai gelisah serta curiga, lantas membuka amplop yang diserahkan pelaku, ia langsung kanget ternyata isinya semua hanya potongan kertas.
“Iya semalam ada ramai dibicarakan atas hilangnya motor dengan modus hipnotis,” ucap salah satu pengojek di depan Duta Mall.
Atas kejadian saat itu, korban melaporkan ke pada Security setempat dan ada terlihat rekaman di kamera CCTV dari awal pelaku mendekati hingga membawa kabur motor korban.
Kemudian sorenya langsung juga melaporkan kejadian ke Mapolsek Banjarmasin Tengah. Namun oleh petugas ditunggu sampai esok, dengan alasan belum 1 x 24 jam. Ternyata hingga Kamis (5/9/2024)i, tak ada bayangan dikembalikan motornya, korban dan anaknya Lina melapor kembali ke Polsek.
“Kami dari keluarga berharap pelaku bisa tertangkap, kerana sepeda motor itu, seharinya untuk mencari nafkah orang tua saja. Mudahan terungkap dan tak ada korban lain lagi,” ucap Lina, salah satu anak korban ketika ditanya atas kasusnya.
Dari keterangan, lima hari lalu sebelum dialami Sansuri, ternyata ada juga sepeda motor pengojek di kawasan tersebut raib dibawa pelaku degan modus yang sama. dan informasinya pula, aparat Kepolisian di lapngan sudah bergerak melakuklan pelacakan terhadap pelaku. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















