SuarIndonesia – Upaya warga memberlakukan karantina wilayah di tingkat kelurahan bisa dimaklumi. Karena mereka tak ingin penyebaran Covid-19 terus melebar.
Mulai Sabtu (23/5/2020), menjelang Lebaran atas kesepakatan warga melakukan pembatasan sosial berskala kecil (PSBK) resmi diperpanjang lagi.
Bahkan dari pintu masuk salah satu wilayah yang memberlakukan karantina, di Banua Anyar.
Terdapat lima rukun tetangga di kelurahan yang berada di Banjarmasin Timur itu. Lima RT itu kemudian sepakat untuk menjaga ruas jalan utama dengan mendirikan Posko Covid-19.

“Langkah tersebut dilakukan sebagai pembatasan sosial berskala kecil (PSBK),’’ ucap Ketua RT 5, M Husnaini kepada awak media, Selasa (26/5).
Kesepakatan ini bermula setelah satu warganya terkonfirmasi positif Covid-19. Warga tersebut bermukim di RT 4 dan hingga seluruh keluarganya menjalani rapid test. Hasilnya beberapa dilaporkan reaktif.
“Sehubungan ada warga positif Covid-19 dan kita semua RT sepakat untuk menjaga ruas jalan utama ini,” ujarnya

Pembatasan akses itu tampak berlaku sepanjang Jalan Banua Anyar yang panjangnya lebih dari satu kilometer. Dengan adanya penjagaan, setiap ‘jalur tikus’ menuju ke Jalan Banua Anyar ditutup sementara waktu.
Langkah itu berlangsung selama penjagaan pembatasan dengan adanya Posko Covid-19 di sana.
Bahkan penutupan jalan tembus itu menggunakan bambu dan banner bertuliskan untuk sementara jalan ditutup.
“Harap dimaklumi dan sementara jalan cuma satu yakni Jalan Banua Anyar di bawah Jembatan,” katanya sambil menunjuk kalau jalan akses tersebut ditutup untuk menjaga-jaga.
Ia juga mengatakan bahwa penjagaan PSBK ini pun berlaku pada malam hari. Relawan yang menjaga Posko dibantu oleh pihak TNI dan Polri membagi menjadi 4 sift. Bahkan setiap sift punya waktu selama enam jam untuk menjaga di Posko Covid-19 Banua Anyar.
Demikian juga bila ada warga luar yang ingin masuk dan tak mengenakan masker dihentikan dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan jika kembali diizinkan untuk meneruskan perjalanan.
“Ya paling banyak dominan warga tidak menggunakan masker,” tuturnya.
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina memberi lampu hijau atas upaya warga Banua Anyar membatasi akses masuk ke wilayahnya.
“Semoga saja kelurahan yang lain di Banjarmasin bisa mencontoh warga Banua Anyar ini,” harapnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















