WALI KOTA Diminta Berdialog di Pasar Batuah

Tutup Jalan – Warga penghuni Pasar Batuah menutup jalan masuk ke pasar saat pelaksanaan pengembalian aset yang akan dilakukan Pemko Banjarmasin.(Foto/Ist)

SuarIndonesia – Warga penghuni Pasar Batuah menginginkan dialog antara warga dengan Pemko Banjarmasin terkait polemik revitalisasi bangunan pasar tersebut dilaksanakan di lingkungan mereka langsung, yakni kawasan Pasar Batuah.

Tidak hanya sampai di situ, Ketua LBH Ansor Kalsel, Syaban Husin Mubarak mengatakan, pihaknya selaku perwakilan warga Pasar Batuah juga ingin Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina langsung berhadir ke sana untuk berdialog bersama warga setempat.

“Kami selaku warga akan mengundang Wali Kota berhadir ke Batuah untuk berdialog. Kami menginginkan kehadiran Wali Kota,” ucapnya saat ditemui awak media belum lama tadi.

Syaban menambahkan, permintaan tersebut muncul bukan tanpa alasan, warga ingin orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai itu bisa melihat langsung bagaimana sebenarnya kondisi Pasar Batuah.

“Supaya bapak Wali Kota tahu riilnya di lapangan seperti apa. Tidak hanya mendengar dari yang lain (bawahan) dan lain-lain tapi bisa langsung melihat kondisinya,” jelasnya.

“Seperti layaknya Komnas HAM yang langsung datang untuk melihat kondisi warga Pasar Batuah. Mereka keliling melihat kondisi real di lapangan, mau diajak diskusi dengan warga,” pungkasnya.

Lantas, bagaimana jika keinginan warga tersebut tidak dipenuhi?

WALI KOTA Diminta Berdialog di Pasar Batuah-2

Terkait hal itu, Syaman mengatakan bahwa pihaknya masih belum berani mengambil sikap bagaimana menghadapi kemungkinan tersebut.

“Soal itu nanti ada perkembangannya, yang jelas warga menginginkan walikota hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, dari pihak Pemko Banjarmasin sendiri mengaku belum bisa menentukan tanggal dan lokasi pelaksanaan dialog yang harus dilakukan dalam 20 hari sebelum dilaksanakannya mediasi kedua.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan, hal itu dikarenakan pihaknya masih belum merumuskan tindak lanjut dari hasil mediasi pertama yang dilakukan pada Selasa (5/7/2022) kemarin.

“Karena didalam butir-butir berita acara (mediasi pertama) tidak ada menyebutkan dialog dilakukan di Pasar dan harus Walikota yang menghadiri,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (7/7/2022).

Bahkan, pihaknya mengaku belum membicarakan mengenai tempat pelaksanaan dialog tersebut.

“Yang ada perwakilan pengadu meminta waktu untuk mengkomunikasikan dengan masyarakat langsung terkait mediasi lanjutan,” tuntas Sekda Ikhsan.

Seperti diketahui pada Selasa (5/7/2022), proses mediasi pertama antara Pemko Banjarmasin dengan warga, yang diinisiasi oleh Komnas HAM RI terkait polemik rencana revitalisasi kawasan Pasar Batuah sudah dilaksanakan.

Baca Juga :

CUMA Lewat Diskusi Non-Formal Tanpa Kajian Khusus, Revitalisasi Pasar Batuah

Dan dari mediasi yang dilaksanakan di kantor Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarbaru ini, disepakati bahwa kedua pihak membuka kembali ruang dialog.

Mediasi selanjutnya sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan sekitar 20 hari setelah proses mediasi pada tahap pertama ini.

Dan sebelum memasuki mediasi kedua, Pemko Banjarmasin dan warga yang saat itu diwakili oleh aliansi serta kuasa hukum dari LBH Ansor pun bersepakat untuk melakukan dialog terlebih dahulu.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Ichrom Muftezar menerangkan dibukanya ruang dialog ini sangatlah penting. Baik itu untuk Pemko Banjarmasin termasuk juga bagi warga kampung Batuah.

Tak heran karenanya Tezar pun menyambut positif adanya kesepakatan untuk melakukan dialog dengan warga kampung Batuah.

“Melalui adanya dialog nanti, kita berharap bisa mengetahui data riil di lapangan, misalnya berapa jumlah warga disana, kemudian berapa banyak anak sekolah dan sebagainya sehingga bisa saja nanti ada kebijakan baru,” katanya.

Baca Juga :

RUANG Dialog Dibuka Pedagang Pasar Batuah, dan Mereka Minta Tambah Kompensasil

Tezar menerangkan sejauh ini Pemko Banjarmasin sudah menawarkan kompensasi kepada warga yang menjadi penghuni kampung Batuah.

Kompensasi tambahan atau lainnya pun rupanya sudah mulai dipikirkan oleh Pemko Banjarmasin, untuk itulah menurut Tezar perlu adanya komunikasi dan dialog dengan warga kampung Batuah.

“Melalui dialog nanti, kita ingin mendengarkan aspirasi warga seperti apa. Misalnya kita bisa tahu berapa anak warga kampung Batuah yang sekolah di sekitar sana, dan kalau mereka berpindah ke Rusunawa tentu akan merasakan dampaknya,” paparnya.

“Maka kemudian kita bisa memikirkan untuk membantu atau memfasilitasinya seperti apa. Apakah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk mencari solusinya dan sebagainya,” katanya.

Sementara disinggung mengenai kapan dialog antara Pemko Banjarmasin dengan warga kampung Batuah akan dilakukan, Tezar mengaku diupayakan secepatnya.(SU)

 6,763 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!