WAH Tidak Boleh Bawa Makanan dan Dibangunkan Suara Letusan

WAH Tidak Boleh Bawa Makanan dan Dibangunkan Suara Letusan

Suarindonesia – Bergelut selama tiga hari dari Jumat(1/2) hingga Minggu (3/1) usai kegiatan Pembinaan Tradisi (Bintra), telah benar-benar dirasakan 60 anggota Dit Polairud Polda Kalsel.

Meski kondisi letih, berjalan ada yang agak pincang menahan sakit akibat pegal dan lecet pada kaki, namun akhirnya rasa kepuasan atas berhasilnya menjalani sebagai jadidiri seorang yang bertugas di Polairud.

“Kita selama ikuti tiga hari itu tidak boleh berhubungan dengan pihak luar, termasuk keluarga.

Makanya Handphone, dompet dan lainnya harus ditinggal,’’ kata Iptu M Rifai, Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Polres Tanah Bumbu, yang ikut kegiatan itu bersama Kasat-nya, AKP Parman.

Hal senada diungkapkan AKBP Arifin, Kasubdit Fasharkan dan sejumlah anggota lainnya.

Bahkan, ada yang anggota mengaku kalau kakinya sampai lecet, karena lama pakai sepatu, namun soal fisik masih kuat.

Semua dilatih berjalan kaki, selain berlayar pakai kapal.

Dilanjutkan, berenang serta berbagai kegiatan fisik, kepekaan, kesiapan sebagai seorang anggota.

“Ketika kita kembali jalan menuju Banjarmasin, sudah tak stabil, goyang-goyang jalannya. Tapi masih kuat,’’ tambah anggota lainnya.

Diceritakan pula, selama tiga hari mengikuti `Bintra’ mereka tak disediakan makanan.

Namun sesuai perintah Direktur Polairud Polda Kalsel, Kombes Pol I Made Sukawijaya, hanya dibekali beras, telor dan mie instan serta harus cari atau bikin sendiri apinya untuk masak.

“Ya, kita masak ramai-ramai berkelompok. Tapi nikmat jadinya rasa kebersamaan,’’ tambah Wayan Gede, anggota setempat.

Pengakuan anggota, kesiapan juga dirasakan tertanam, karena ketika enak-enaknya tidur, tiba-tiba sekitar pukul 02.00 WITA, didengarkan suara letusan dan teriakan dari tim pelaksana harus bangun dan berbaris serta melakukan kegiatan sesuai program `Bintra’.

Warga di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, dekat lokasi kegiatan sempat kaget pula dengar bunyi letusan, yang ternyata petasan ukuran besar sengaja dibawa para pelaksana saat itu sebagai Ketua Pelaksana `Bintra’ AKBP Agusman SIk, untuk membangunkan anggota dari tidurnya yang mengikuti kegiatan.

Setidaknya atas semua telah menanamkan jiwa korsa dan lebih memahami akan tugas Polri khususnya Polairud dalam mengamankan wilayan perairan/laut di Kalsel. (ZI),

 186 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: