SuarIndonesia — Pelaku yang memaku kucing hingga tewas di pohon kawasan Perumahan Puncak Pertama Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, akhirnya ditangkap.
Dikutip dari CNNIndonesia, Kasi Humas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara mengatakan penangkapan pelaku tersebut dilakukan usai pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan.
“Pelaku bernama IW usia sekitar 40 tahun. Dia mengakui perbuatannya,” kata Dicka, Minggu (23/6/2024).
Pelaku merupakan saudara dari sang pelapor atau orang yang pertama kali mengunggah kejadian itu melalui media sosial, Mira (37).
“Pelaku masih satu rumah [dengan pelapor]. Jadi masih ada hubungan keluarga,” ujarnya.
Dicka menyebut berhasil mengidentifikasi pelaku usai melakukan serangkaian pemeriksaan saksi dan CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Kami dapat mengidentifikasi pelaku awalnya dari rekaman CCTV dan keterangan dari sejumlah saksi,” ucapnya.
Dicka memastikan Polsek Dau akan menindaklanjuti kejadian ini. Kini, pelaku pun masih menjalani pemeriksaan meski tak dilakukan penahanan.
“Pasal 302 KUHP [tentang penganiayaan terhadap hewan], kami tidak lakukan penahanan,” ucapnya.
Sebelumnya, seekor mayat kucing ditemukan terpaku di pohon kawasan Perumahan Puncak Permata Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hal itu viral di media sosial.
Dari foto yang beredar, kondisi mayat kucing itu cukup tragis. Terdapat bekas luka sayatan di bagian punggung, kepala dan leher. Kemudian, bagian mulut keluar darah, serta kakinya yang terpaku di pohon hingga terputus.
Warga Perumahan Puncak Permata Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Mira (37) mengatakan mayat kucing itu ditemuka di halaman rumahnya, Selasa (18/6/2024) lalu sekitar pukul 09.00 WIB.
Suka BAB Sembarangan
Alasan pelaku yang memaku kucing hingga tewas di pohon kawasan Perumahan Puncak Pertama Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur terungkap usai ditangkap.
Kasi Humas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara mengatakan pelaku berinisial IW (40) tega melakukan hal tersebut lantaran kesal melihat kucing yang kerap kali membuang kotoran sembarangan.
“Pelaku ini kesal, karena kucing ini sering mengganggu aktivitasnya. Sering buang kotoran sembarangan, makanannya berceceran juga, jadi pelaku kesal,” kata Dicka, Minggu (23/6/2024).
Sementara pelaku IW (40), meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan pecinta kucing yang kesal akibat perbuatannya.
“Saya memohon maaf sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat dan pecinta kucing atas perbuatan saya menganiaya kucing hingga mati,” kata IW.
Namun, dia membantah jika dirinya disebut telah menggorok kucing tersebut seperti apa yang disangkakan sebelumnya. Bekas luka dan darah di bagian tubuh kucing itu, kata IW, terjadi usai dirinya memukul dan melempar kucing tersebut menggunakan batu.
Sebelumnya, seekor mayat kucing ditemukan terpaku di pohon kawasan Perumahan Puncak Permata Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hal itu viral di media sosial. [*/UT]
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















