UANG Tunai Living Cost Calon Haji Tak Diberikan Lagi, Tapi Kartu Debit

- Penulis

Selasa, 18 Februari 2020 - 21:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi calon jemaah haji. (CNN Indonesia/Safir Makki)

 

SuarIndonesia – Kementerian Agama tak akan memberikan uang tunai untuk biaya hidup (living cost) jemaah haji 2020. Biaya hidup selama di tanah suci akan berbentuk kartu debit.

Hal itu dikatakan Menteri Agama Fachrul Razi dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/2).

“Living cost kita enggak akan kasih tunai lagi, tapi kita berikan dalam bentuk kartu debit,” kata Fachrul, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Ia menjelaskan kartu debit ini sekaligus berfungsi sebagai kartu identitas. Pihaknya juga sudah mulai melakukan pelatihan dan bimbingan kepada masing-masing kepala regu maupun pimpinan kloter.

Menurut mantan Wakil Panglima TNI itu, penggunaan kartu debit itu dilatarbelakangi pengalaman ibadah haji sebelumnya. Jemaah haji, menurut dia, selalu beranggapan uang biaya hidup harus dihabiskan saat beribadah haji.

“Tapi, kalau dikasih dalam bentuk debit, mungkin akan dipakai secukupnya, dan dia bangga pulang masih ada isinya (uang),” jelasnya.

Sebelumnya, Kemenag dan Komisi VIII DPR RI menyepakati besaran rata-rata Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1441 H/2020 M atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah sebesar Rp35.235.602.

Dana itu mencakup biaya penerbangan, akomodasi di Makkah, dan uang saku atau living cost jemaah 1.500 Riyal atau sekitar Rp5,5 juta.

Selain penerapan kartu debit, Kemenag juga menyiapkan sejumlah tambahan pelayanan. Di antaranya, menambah layanan konsumsi di Makkah dari 40 menjadi 50 kali agar jemaah bisa fokus pada persiapan ibadah di puncak haji; menambah layanan Eyab (VIP Lounge) di Bandara Jeddah dan Madinah.

Kemenag juga telah meminta penambahan layanan toilet jemaah haji di Mina. Menurut dia, Arab Saudi saat ini tengah membangun 60 ribu toilet di kota lokasi pelemparan jumrah itu.

Baca Juga :   REALISASI Investasi di Kalsel Peringkat 17 Nasional

“Menag sudah melobi Menteri Haji Arab Saudi agar memprioritaskan pembangunan toilet tersebut pada kawasan tenda jemaah haji Indonesia. Bertambahnya toilet akan mengurangi antrian jemaah haji,” kata dia.

Fachrul menambahkan tahun ini pemerintah juga akan mengalokasikan kuota sebesar 1 persen untuk jemaah lanjut usia (lansia). Menurutnya, ada tiga kategori yang akan mengisi kuota 1 persen lansia tahun ini. Yakni usia di atas 95 tahun dan masa tunggu 3 tahun, yang berjumlah 441 orang.

Kemudian, lansia berusia 85-95 tahun dengan masa tunggu 5 tahun sebanyak 1.505 orang, dan terakhir, kategori lansia usia 75-85 tahun dengan masa tunggu 10 tahun berjumlah 94 jamaah.

“Kuota 1 persen ini di luar jemaah haji lansia yang memang akan berangkat tahun ini. Data Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu), total ada kurang lebih 33 ribu jemaah lansia yang berhak lunas tahun ini sesuai urutan porsinya,” ujarnya.

“Jadi, jika digabungkan total akan ada sekitar 35 ribu jemaah haji lansia yang berangkat tahun ini,” lanjut Fachrul.(RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar
KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel
AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito
MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri
BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026
KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi
HARGA BBM dan LPG Subsidi Dipastikan tidak Naik
RAPAT Banggar DPRD Kalsel Dihentikan, Serapan Anggaran Rendah

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:52

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:49

PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:45

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:34

GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:33

KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:07

BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:04

AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:58

MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru


Foto Ilustrasi. (SI/UT/@Gemini.AI)

Kaltim

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:52

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun (kiri). (Foto: detikKalimantan/M Budi K)

Hukum

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:45

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca