TURUT KECAM, UIN Antasari Tindakan Represif terhadap Warga Wadas

- Penulis

Kamis, 10 Februari 2022 - 23:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Tindakan represif yang dialami warga Wadas, Purworejo, Provinsi Jawa Tengah belum lama tadi, mendapat kecaman dari para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin.

Kecaman tersebut dituangkan dalam Aksi Kamisan yang mereka gelar di depan gerbang kampus UIN Antasari, Jalan A Yani, KM 4, Banjarmasin, Kamis (10/2/2022).

Koordinator Lapangan Aksi, Jainuddin mengungkapkan, aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap warga Wadas yang sampai saat ini tengah berjuang mempertahankan ruang hidup mereka di tengah ancaman pertambangan.

Baca Juga :

WAKIL KETUA Komisi III DPR RI : PSN Wajib Diamankan dan Prioritas dengan Menghormati Hak-hak Warga -Alam

“Aksi ini juga sebagai bentuk kecaman terhadap tindakan aparat kepolisian yang represif dan sewenang-wenang terhadap warga Wadas baru-baru ini,” ungkapnya usai aksi.

Pihaknya mengaku sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Ia menilai, seharusnya aparat yang hadir dalam kejadian bentrok pada Rabu (9/2/2022) kemarin, memberikan rasa aman. Bukan malah rasa takut bagi masyarakat.

“Karena tugas kepolisian adalah mengayomi masyarakat,” tegasnya.

 

TURUT KECAM, UIN Antasari Tindakan Represif terhadap Warga Wadas (2)

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK), Abdu Syahid. Ia juga menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang represif dan dianggap sudah sewenang-wenang terhadap masyarakat.

Baca Juga :   DEBAT "PAMUNGKAS" PIlgub Besok Malam, Pendukung Dibolehkan di Atas Podium Mendampingi Paslon

“Arogansi aparat dalam pengamanan di Wadas jelas terlihat. Masa iya hanya untuk memberikan pengamanan saja membutuhkan personil sebanyak itu,” ungkapnya.

Bahkan Syahid menilai, apa yang terjadi di Wadas adalah bentuk pelanggaran terhadap hak-hak sipil warga negara.

Selain itu, ia menuturkan, apa yang terjadi terhadap warga Wadas, adalah gejala nyata gagalnya upaya penjaminan hak demokrasi bagi warga di sana.

Bukan tanpa alasan, menurutnya, saat mereka menyuarakan untuk mempertahankan ruang hidup malah diperlakukan secara represif.

“Kita tahu saat Mujahadah mereka diamankan. Padahal itu adalah ritual agama yang tidak memunculkan ancaman,” tandasnya.

Syahid sendiri menyayangkan sikap pemerintah setempat, yang seakan-akan tidak mampu menyelesaikan persoalan, hingga konflik tak kunjung selesai dan tidak pro rakyat. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIPERSIAPKAN Pemprov Kalsel Lima langkah Penguatan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat
BURONAN PEMBUNUH Kakak Ipar Diringkus Polresta Banjarmasin di Pahandut Kalteng
POLICE EXPO 2026 Digelar Polda Kalsel Momentum Semakin Mendekatkan dengan Masyarakat
“KASUS BERDARAH” Tewaskan Seorang ABK di Rajawali Banjarmasin Selatan dengan 17 Adegan
KABAR DUKA, Mantan Anggota DPRD Balangan dari Fraksi Partai Golkar Tutup Usia
MANTAN RM BRI Kotabaru Raup 4,9 Miliar dan Sempat Kabur ke Luar Negeri, Kini Terduduk Lesu di Kursi Pengadilan Tipikor Banjarmasin
PERTEMUAN Menteri P2MI dengan Gubernur Kalsel, Disampaikan Banyak Anak Muda Potensi Bersaing di Dunia Kerja Internasional
477 SISWA Berbagai Daerah Tempuh Pendidikan di SMA Taruna Kampus IKN

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:30

BEJAT! Paman Cabuli Dua Keponakannya Lima Kali

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:20

DISDIKBUD ‘Digeruduk’ Emak-emak

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:12

3 PENCURI Meteran Air PDAM Diringkus

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:58

POLRI Rekrutmen Penyandang Disabilitas

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:20

BURONAN PEMBUNUH Kakak Ipar Diringkus Polresta Banjarmasin di Pahandut Kalteng

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:06

POLICE EXPO 2026 Digelar Polda Kalsel Momentum Semakin Mendekatkan dengan Masyarakat

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:41

“KASUS BERDARAH” Tewaskan Seorang ABK di Rajawali Banjarmasin Selatan dengan 17 Adegan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:58

KABAR DUKA, Mantan Anggota DPRD Balangan dari Fraksi Partai Golkar Tutup Usia

Berita Terbaru

Timnas Brasil lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/SAM NAVARRO)

Internasional

PIALA DUNIA 2026: Tim-Tim Raksasa Tunjukkan Dominasi

Kamis, 25 Jun 2026 - 22:52

Barang bukti kasus paman cabuli dua ponakan di Pontianak. (Foto: Ocsya Ade CP)

Hukum

BEJAT! Paman Cabuli Dua Keponakannya Lima Kali

Kamis, 25 Jun 2026 - 22:30

Emak-emak geruduk Disdikbud Kobar karena anak tak lolos sistem zonasi. (Foto: Istimewa)

Kalteng

DISDIKBUD ‘Digeruduk’ Emak-emak

Kamis, 25 Jun 2026 - 22:20

3 Pelaku pencurian meteran air PDAM berhasil diringkus. (Foto: Dok Polres Kapuas)

Hukum

3 PENCURI Meteran Air PDAM Diringkus

Kamis, 25 Jun 2026 - 22:12

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir (kedua dari kanan). (Foto: Divisi Humas Polri)

Hukum

POLRI Rekrutmen Penyandang Disabilitas

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:58

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca