SuarIndonesia – Tim Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham, menyasar ke kelompok lansia warga binaan di Lapas, Senin (31/5/2021).
Itu tak lain Kegiatan Respon Vaksinasi Biddokkes Polda Kalsel di Lapas Kelas IIA Banjarmasin., yang berlangsung di aula setempat.
Kabiddokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr Ubaidillah mengatakan, dari 53 calon penerima vaksin yang hadir, 49 di antaranya dapat menjalani vaksinasi Covid-19.
Sedangkan 4 narapidana lansia lainnya diputuskan untuk ditunda pemberian vaksinnya karena dideteksi dalam keadaan kurang sehat, di antaranya mengidap infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
“Vaksin yang digunakan Sinovac, seluruhnya menjalani vaksin untuk yang pertamakali,” tambah Kombes Pol dr Ubaidillah.
Ia mengatakan, para warga binaan lansia memang menjadi sasaran prioritas vaksinasi Covid-19 di Lapas Kelas IIA Banjarmasin.
Pasalnya, secara umum para lansia memang menjadi kelompok masyarakat yang paling rentan dan berisiko tinggi mengalami gejala berat infeksi Covid-19.
Selain dipantau langsung Kabiddokkes , pelaksanaan vaksinasi juga dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Porman Siregar dan Kepala Klinik Lapas Kelas IIA Banjarmasin, dr Yayuk R.
Seperti masyarakat lainnya, para warga binaan yang telah divaksin juga menerima sertifikat yang menunjukkan dirinya telah menjalani tahap pertama vaksinasi Covid-19.
Tak hanya vaksinator dan tenaga kesehatan dari personel Biddokkea Polda Kalsel, pelaksanaan vaksinasi juga dibantu oleh personel dari RS Bhayangkara Banjarmasin.
Mengutip data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel, attack rate Covid-19 di Kalsel berada di angka 807,25 per 100.000 penduduk pada Minggu (30/5/2021).
Hal ini menunjukkan pula risiko transmisi lokal Covid-19 di banua masih cukup tinggi. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















