SuarIndonesia – Pemprov Kalsel bersama pemkab dan pemkot sedang mematangkan data potensi tiga sektor investasi.
Kamis (24/9/2020) digelar pertemuan dengan Deputy Chief of Mission The Republic of Indonesia, Canberra, Mohammad Syarif Alatas.
Meeting zoom yang baru saja dilaksanakan tindak lanjut Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-A CEPA) melalui Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) Sydney.
Tiga sektor yang ditawarkan tersebut adalah Kusan Dam atau Bendungan Kusan senilai Rp 2,9 triliun, pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) di TPA Basirih, senilai Rp 1,1 triliun Banjarmasin dan pengembangbiakan sapi di Kabupaten Tanah Laut senilai ratusan miliar.
“Kapasitas sampah di TPA Basirih mencapai 500 ton per hari. Tadinya kami menawarkan TPA Basirih dan TPA Banjarbakula, namun calon investor lebih tertarik dengan TPA Basirih.
Mengolah sampah menjadi listrik perlu pasokan air yang banyak, TPA Basirih kebetulan dekat dengan sungai,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Ir. Nafarin.
Bendungan Kusan mampu menghasilkan 37,68 mega watt daya listrik, 18 ribu hektare saluran irigasi, dan air baku 500 liter per detik.
Bendungan Kusan dibangun sebagai bendungan multiguna yang melayani kebutuhan energi (pembangkit listrik tenaga air), irigasi, pengendali banjir, dan sumber air baku untuk PDAM. Bendungan Kusan masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2016-2025. Luasan Bendungan Kusan mencapai 2.170 hektare.
“Agar lebih menarik investir ke depan jika menawarkan investasi harus sedetail mungkin. Termasuk insentif yang diberikan apa saja, misal lahan sudah clean and clear.
Tidak ada lagi proses yang menghambat perizinan, hal demikian yang mereka harapkan,” tutur Nafarin.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















