Terima Sertifikasi Halal, Dua Penjual Produk Rumahan Makin Pede

- Penulis

Kamis, 28 Februari 2019 - 00:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Produk dengan label halal yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah jaminan keabsahan suatu produk. Banyak pelaku usaha rumahan yang mempunyai produk tanpa dilengkapi sertifikat halal.

Kondisi ini tentu menurunkan kepercayaan konsumen. Akibatnya, untuk bersaing di pasar nasional akan mempunyai kendala apabila belum tersertifikasi halal.

Hal ini diakui dua pelaku usaha produk makanan asal Barito Kuala (Batola), Hattah dan Hairani.

Rabu (27/2), keduanya bersama 18 pelaku usaha lainnya menenerima sertifikat halal yang dikeluarkan oleh MUI di sela Rapat Koordinasi Teknis Bidang Perindustrian 2019 di Aula Dinas Perindustrian Kalsel.

Hattah, warga Desa Antar Jaya, Kabupaten Barito Kuala ini mempunyai produk Keripik Kalakai.

“Selama ini saya memasarkan bisa offline bisa online. Alhamdulillah dengan adanya sertifikat halal ini saya makin pede memasarkan,” akunya.

Senada, Hairani warga Handil Bakti, Batola juga merasa bersyukur bisa mendapatkan sertifikat halal setelah kurang lebih 4 tahun menggeluti bisnis Kacang Kecambah.

Baca Juga :   WANITA Asal Banjarmasin Selundupkan Sabu Satu Kilogram

“Dengan adanya sertifikat ini tentu tidak ada lagi keraguan dengan kesehatan produk saya,” ujar lelaki yang akrab disapa Ihai ini.

Untuk mendapatkan sertifikat halal bukan perkara mudah. Diperlukan waktu kurang lebih 10 bulan untuk mempersiapkan. Bahan baku harus higienis dan proses pengolahan juga harus aman tak tercemar dari bahan lainnya. (RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM
HELIKOPTER Water Bombing Dioptimalkan Tangani Karhutla
TKD BERKURANG, Anggaran Dinas PUPR Kalsel 2027 Anjlok 800 Miliar
KONTROVERSI Pelibatan Babinsa dalam Mengawasi Kepatuhan Wajib Pajak Dikritik – ‘Bisa Menggerus Kepercayaan’
PATROLI HUMANIS Perkuat Kedekatan dengan Warga Sungai Miai Dalam
DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah
DIGELEDAH Dinkes Banjar, Puluhan Dokumen dan Satu Alat Bukti Elektronik Disita
PERKUAT KEBANGSAAN, DPRD Kalsel Sosialisasi Pancasila di Desa Liyu

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:24

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:56

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:52

DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42

KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:29

PENGUMUMAN Hasil Seleksi SPMB SNT 3 Agustus 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 21:08

KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:19

SEPAKATI Banggar DPRD Kalsel dan TAPD Pendapatan Daerah 2027 Sebesar 8 Triliun

Berita Terbaru

Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi (kedua dari kanan) dan para komisioner Komisi Kejaksaan RI memantau langsung penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: HO-Komisi Kejaksaan RI)

Hukum

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Jul 2026 - 20:05


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers setelah upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Antara/Genta Tenri M)

Nasional

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Rabu, 22 Jul 2026 - 19:56

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca