TERCEMAR, Hasil Peneliti ESN di Sungai Barito dan Martapura

SuarIndonesia – Belum lama tadi, sejumlah periset dari organisasi konservasi lingkungan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) yang tergabung dalam Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) meneliti kondisi kesehatan sungai di Banjarmasin.

Bahkan dalam peneliti Ecoton menemukan fakta dua sungai besar seperti Sungai Barito dan Sungai Martapura dan Sungai Kuin tercemar mikroplastik.

Mikroplastik merupakan potongan kecil sampah plastik yang kemudian juga membuat ikan-ikan di kedua sungai besar tersebut juga ikut terdampak. Alhasil cemaran itu pun tentunya akan berimplikasi terhadap kesehatan manusia.

Pasalnya, penelitian tersebut menemukan 10 jenis ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat mengandung mikroplastik, yakni 53 partikel mikroplastik per ekor.

Seperti ikan Patung, Seluang, Tembubuk, Lompok, Lais, Nila, Puyau, Sili-sili, Handungan dan ikan Senggiringan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengaku sudah mengetahui sebagian dari penelitian tersebut, dan akan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin untuk ditindaklanjuti.

Ia meminta peneliti laboratorium DLH juga melakukan penelitian yang sama agar data yang disampaikan oleh oleh peneliti Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) tersebut bisa disandingkan.

Baca Juga :

CEGAH Sungai Tercemar, BSF Luncurkan Alat Pengolah Limbah Sasirangan

“Apakah memang benar seperti itu cemaran mikroplastik di sungai kita,” ucapnya saat ditemui awak media.

Jika penelitian yang dilakukan DLH juga menunjukkan hasil yang sama, ia mengakui bahwa hal tersebut tidak lepas dari masih adanya pola hidup masyarakat yang suka membuang sampah ke sungai. Terutama sampah jenis plastik.

Namun, ia masih menyangsikan hasil penelitian tersebut lantaran pihaknya tidak mengetahui kapan sebenarnya penelitian tersebut dilaksankan.

“Karena selain waktu pelaksanaannya, kita juga tidak tahu di mana saja sampel yang diambil dalam proses penelitian itu. Tiba-tiba saja diekspos di media,” ujarnya.

“Andai saja mereka (peneliti Ecoton) melibatkan kita saat penelitian berlangsung. Bisa kita konfirmasi soal hasil temuan tersebut,” tambahnya.

Kendati demikian, ia mengaku kalau memang sungai di Banjarmasin khususnya di Sungai Martapura ini memang sudah tercemar mikroplastik dengan kadar yang mengkhawatirkan, makannya pihaknya siap untuk menanggulangi.

“Kalau hasilnya memang tercemar ya kita tanggulangi sama-sama. Yang pasti hasil penilaian itu perlu pendalaman lagi dari peneliti kita,” pungkasnya.

Hal senada juga diutarakan Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan, DLH Banjarmasin, Khuzaimi. Ia mengatakan, sesuai instruksi Sekdako Banjarmasin bahwa pihaknya segera melakukan konfirmasi kepada sumber yang melakukan penelitian tersebut.

Jimmi menyampaikan, kondisi cemaran mikroplastik memang sekarang ini terjadi di berbagai daerah, termasuk di Sungai Martapura yang alirannya melalui di Kota Banjarmasin.

“Ini menjadi atensi kami, dan tentu akan menindaklanjuti arahan pak sekda,” katanya saat dihubungi via Whatsapp, Selasa (6/9/2022).

Jimmy juga akan menanyakan hal yang sama seperti apa yang disampaikan Sekdako Banjarmasin yakni mengkonfirmasi kapan penelitian itu dilakukan. Dengan itu, pihaknya akan segera melakukan penindaklanjutan kasus pencemaran itu.

“Kita cari sumber info awalnya, nanti setelah ketemu kita akan meminta hasil lab nya untuk kemudian kami tindak lanjuti,” katanya.

Ditanya apakah sejauh ini DLH sudah melakukan pengujian kandungan air sungai di Banjarmasin? Khuzaimi mengaku belum memiliki alat pengujian mikroplastik tersebut.

“Laboratorium kami belum punya peralatan untuk mencek kandungan mikroplastik. Oleh sebab itu kami meminta sumber berita di atas, mungkin nanti bisa melakukan pertemuan dan juga meminta keterangan dari ahli lingkungan misal di ULM,” pungkasnya.(SU)

 204 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!