SuarIndonesia – Tambah parah longsor Jalan Nasional di Km 171 Desa Satui, Kabuaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menyusul adanya susulan ambrolnya di sekitar lokasi.
Dari keterangan, Sabtu (8/10/2022) hasil koordinasi dinas termait di Tanah Bumbu dan pihak Provinsi, maka langkah harus cepat diatasi dan segera surati Gubernur Kalsel dan Kementerian PUPR.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu, Subhansyah sudah mengkoordinasi atas situasi terkini.
Surat ke Gubernur dan Kementerian PUPR menurutnya untuk membantu penanganan longsor dengan meminta dana CSR di Satui untuk segera membangun jalan alternatif.
“Jika belum mampu sampe Simpang SB , biss juga dr Simpang ABC menuju Jalan Jombang agar tidak terlalu jauh memutar.
Senin nanti pula kami sudah meminta Bappeda untuk mengundang dinas terkait mencari solusi yang cepat,” tambahnya.
Sisi lain disebut dari hasil pertemuan di Balai Jalan Nasional Wilayah XI, Kab Tanah Bumbu diharapkan bisa mengakomodir pertemuan semua penambang di sekitar Satui.
Ini untuk membantu penanganan hjalan alternatif. karena Jalan Nasional posisi sekarang masih dalam tahap pengurukan medan longsor oleh perusahaan.
Balai Jalan Nasional sendiri masih melakukan penyelidikan Geolistrik guna mengetahui kondisi rembesan air di bawah Jalan Nasional.
“Jalan alternatif yang mau kita bangun diharapkan diwujudkan secepatnya. namun masih kendala dalam pembebasan lahan.
Kondisi sekarang jalan peralihan yang lembek akan dikasih penanganan batu basecourse,” tambahnya.
Diketahui, terjadi ambrol susulan pada Jum’at (7/10/2022). di Jalan Nasional di Km.171, tepatnya di Desa Satui Barat Kecamatan Satui merupakan jalan utama yang menghubungkan Kota Banjarmasin – Batulicin – Kotabaru, bahkan ke Kalimantan Timur.
Itu sesuai laporan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, Sulhadi.
Kondisi jalan yang sudah labil, akhirnya tidak dapat mendukung beban kendaraan yang melintas. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga yang menggunakan jalan.
Jalan sempat tidak bisa dilewati lagi kendaraan roda empat ke atas dan hanya sepeda motor yang diperbolehkan melintas.
Sementara ambrol susulan itu menambah kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter dan beberapa tiang listrik dikhawatirkan tumbang.
Untuk sementara arus lalu lintas dialihkan melalui jalan alternatif, bagi mobil roda enam ke atas dari arah Banjarmasin masuk Simpang empat Sompul menuju Jalan Hauling HB. Putra keluar di simpang tiga atau under pass H Abidin.
Sedangkan untuk mobil roda empat dari arah Batulicin masuk Gang Munawar Desa Sinar Bulan menuju Jalan Hauling HB. Putra keluar Simpang Tiga Desa Jombang (Jalan Provinsi).
Sebelumnya dari pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Dinas PUPR Kalsel dan Dinas ESDM Kalsel, menyatakan tidak ada anggaran untuk kejadian terseeut
Ini disampaikan pula oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel HM. Syaripuddin
bahwa untuk anggaran perbaikan kerusakan Jalan Nasional yang terjadi akibat longsor seperti Satui Barat, belum ada.
“Anggaran yang ada hanya pemeliharaan jalan bukan perbaikan jalan akibat longsor,” ucapnya usai RDP bersama komisi III DPRD Kalsel, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Dinas PUPR Kalsel dan Dinas ESDM Kalsel, Rabu (5/10/2022).
Menurut Bang Dhin sapaan akrabnya ada tiga poin penting dalam hasil rapat, pertama balai jalan melakukan kajian geolistrik atau kajian kekuatan tanah di sekitar lokasi, jalan longsor.
Kedua dari balai jalan dan Inspektur Tambang Kementrian ESDM meminta PT. Mitrajaya Abadi Bersama (MJAB) melakukan perbaikan jalan darurat, dan ketiga DPRD Kalsel meminta membentuk tim kecil untuk bisa dilalui jangka pendek.
“Pihak terkait bisa bergotong royong sama sama memperbaiki jalan itu untuk jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang menunggu kajian yang dilakukan balai jalan,” ujarnya.
Lanjutnya, berdekatan pada jalan nasional yang longsor tersebut terdapat dua ijin usaha pertambangan (IUP).
Sekretaris komisi III H. Gusti Abidinsyah mengungkapkan terjadinya longsor itu bukan bencana alam, namun dikarenakan adanya areal tambang di sekitar jalan.
“Ini tanggung jawab daerah, dan kami akan panggil pihak penambang PT. MJAB yang masuk di kawasan PT. Arutmin dan harus berkontribusi dalam membantu perbaikan jalan itu,” katanya.
Kepala Balai Penerangan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalsel Sauqi Kamal mengungkapkan hal serupa”Belum dianggarkan, kita belum hitung,” ujarnya
Sauqi juga mengatakan saat ini pihaknya sudah mulai membuat desain persiapan, tapi disana ada juga pihak kontraktor (MJAB) sudah melakukan perbaikan di sekitar lereng di dekat longsoran dan sudah mendapat izin dari Pemerintah Kabuoaten Tanah Bumbu.
“Setidaknya itu akan membuat badan jalan kita itu lebih aman, dan stabil supaya nantinya kita bisa buat permanennya di lintasan awal itu,”ujarnya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















