SuarIndonesia — Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di angka 75% menurut hasil survei Indikator Politik Indonesia. Istana mengapresiasi hasil survei tersebut.
“Kami sangat menghargai dan mengapresiasi hasil survei dari Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo masih sangat tinggi, hingga mencapai 75% menjelang akhir masa jabatannya,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana kepada wartawan, Jumat (4/10/2024), seperti dilansir dari detikNews.
Yusuf mengatakan hasil survei ini mencerminkan dukungan dan kepercayaan masyarakat. Terutama terhadap kepemimpinan Jokowi serta kebijakan-kebijakan yang telah diimplementasikan selama ini.
“Tingkat kepuasan yang tinggi ini adalah bukti bahwa upaya keras pemerintah dalam berbagai bidang, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Yusuf.
Menurut Yusuf, Jokowi terus mendorong inovasi dan penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan. Jokowi, jelas Yusuf, sangat terbuka dengan segala masukan.
“Beliau selalu terbuka terhadap masukan dari semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Survei Indikator
Survei dilakukan periode 22-29 September 2024. Jumlah responden sebanyak 1.200 warga Indonesia.
Adapun sampel tambahan diambil dari 11 provinsi terbesar, yakni Sumut, Riau, Sumsel, Lampung, Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim , dan Sulsel. Tiap wilayah jumlah respondennya 300, sementara Sumbar menjadi 200 responden.
Metode survei multistage random sampling. Margin of error sekitar 2,3% dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden ditanya ‘Apakah sejauh ini Ibu/Bapak sangat puas, cukup puas, kurang puas atau tidak puas sama sekali dengan kinerja Presiden Jokowi’. Hasilnya, 75 persen publik puas atas kinerja Jokowi.
“Mayoritas merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi 75%” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dalam paparannya, Jumat (4/10/2024).
Berikut ini data surveinya:
– Sangat puas: 15,04%
– Cukup puas: 59,92%
– Kurang puas: 20,21%
– Tidak puas sama sekali: 4,23%
– Tidak Tahu: 0,60%
Baliho Terima Kasih Jokowi Muncul di Solo!
Baliho berisi ucapan terima kasih untuk Presiden Joko Widodo dan istrinya, Iriana Jokowi muncul di Jalan Adi Sucipto, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Baliho tersebut terpasang menjelang masa jabatan Jokowi sebagai presiden yang berakhir 20 Oktober mendatang.
Lokasinya berada tak jauh dari rumah pensiun Jokowi yang tengah dibangun di Kecamatan Colomadu. Baliho tersebut terpasang jalan utama yang menghubungkan bandara Adi Soemarmo dan Kota Solo.
Dalam baliho berlatar belakang biru muda itu terpampang gambar Jokowi mengenakan setelan jas lengkap dengan kopiah warna hitam. Jokowi tampak mengenakan selendang emas dengan belasan tanda jasa tersemat di jasnya. Sementara Iriana mengenakan kebaya biru motif bunga dengan selendang merah tersampir di pundaknya.
Di samping foto Jokowi dan Iriana tertulis “Terima Kasih Pak Jokowi dan Bu Iriana – Teruslah menjadi guru bangsa – Doa kami selalu…” dengan identitas pemasang yaitu kelompok relawan Alap-alap Jokowi (AAJ).
Salah satu pedagang, Eni mengatakan baliho tersebut baru terpasang beberapa hari terakhir.
“Belum lama. Sekitar tiga hari yang lalu,” kata Eni, Jumat (4/10/2024).
Ketua Umum AAJ, Muhammad Isnaini membenarkan pihaknya memasang baliho tersebut sejak Selasa (1/10) kemarin. Isnaini mengatakan Jokowi sudah banyak berjasa bagi negara terutama untuk relawan AAJ.
“Kami di AAJ merasa terhormat bisa menjadi relawan beliau. AAJ bisa sampai sekarang karena nama besar Pak Jokowi,” kata Isnaini, Jumat (4/10/2024), dilansir dari CNNIndonesia.
Isnaini menambahkan mengucapkan terima kasih merupakan ciri khas budaya Timur. Sebab, Presiden Jokowi dan istrinya yang sudah memimpin Indonesia 10 tahun terakhir.
“Terserah orang mau bilang apa, tetapi bagi kami, Pak Jokowi dan Bu Iriana ini teladan,” kata dia.
Ia menambahkan pihaknya hanya memasang baliho komersial di satu titik tersebut. Namun ia mengaku kelompok relawan AAJ di berbagai daerah juga turut memasang baliho maupun spanduk dengan pesan yang sama secara mandiri.
“Di beberapa daerah, relawan kami mencetak sendiri meski hanya dipancang dengan bambu. Kami serahkan ke mereka masing-masing bagaimana menyikapinya,” kata dia. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















