SuarIndonesia – Soal dana Covid-19, proyek pengembangan jaringan perpipaan, pertambangan galian C dan lainnya disuarakan massa Forpeban Kalsel, Kamis (13/8/2020).
Itu baik ke DPRD Kota, Kejati dan Polda Kalsel, yang ‘dimotori’ Ketua Forpeban Kalsel, H Din Jaya.
Ketika di DPRD Kota Banjarmasin, massa disambut para wakil rakyat yakni M Yamin, Afrizal dan H Mathari.
Sebelumnya kaitan pemperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, massa yang telah mengenakan ikat kepala kain Merah-Putih, juga diberikan massa yang perempuan kepada anggota dewan.
Termasuk yang mengahadapi di Kejati dan Polda Kalsel.
Kepada anggota dewan disampaikan permasalahan dana Covid-19 yang digelontorkan Rp 170 Miliar.
“Namun sampai saat ini tidak ada kejelasan, bahkan korban virus Corona bukan berkurang, tapi makin bertambah,” ucap Din Jaya.
Lainnya masalah Perda Bantaran Sungai yang dilanggar dan sengaja dibiarkan tanpa ada tindakkan pihak terkait.
Seperti Cafe Nostalgia, tempat parkir di eks pertokoan Metro City dan yang sekarang akan diresmikan Café Terapung di muka Kantor Wali Kota Banjarmasin.
“Ini jelas-jelas melanggar sepadan Sungai, yang wajib bebas dari bangunan apapun,” ujar massa.

Kemudian soal THM, hingga pernyataan oknum anggota dewan kota tentang TATIB sama dengan Al Qur’an.
“Kami atas semua permasalahan ini, minta diperhatikan dan dituntaskan,” beber Din Jaya.
Semua ditanggapi pihak dewan akan dibicarakan kepada ketua maupun rekan-rekan lainnya hingga pemanggilan terhadap pihak pemerintan daerah, pihak terkait atas yang disampaikan.
Kemudian massa bergerak ke Kejati dan Polda Kalsel. diterima Kasi Penkum Mahfujat dan Kasi B, Hendri.
Untuk di Polda diterima Ka wasidik Dit Resnarkoba, AKBP Sigit Kumuro dan Kasubdit II, AKBP Ugeng S.
Massa sampaikan dugaan adanya proyek tak sesuai spek dilaksanakan Kabid di Dinas PURR Kabupaten Banjar.
Itu tentang pengembangan jaringan Perpipaan di Jalan Handil Asang Desa Banyu Kirang Kecamatan.
Kemudian dugaan banyaknya tambang dan galian C, yang liar serta alih fungsi lahan.
Lainnya proyek embung diduga juga tak sesuai spek pembangunannya sehingga menjadi penyebab banjir di Kabupaten Tala.“Kami minta telisik dan ditindak tetegas pelakunya,” teriak massa.
Baik dari Kejati maupun Polda, akan memperhatikan semua permalahan itu dan menidaklanjutinya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















