SuarIndonesia – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel Firman Yusi mengatakan sembilan SMKN yang ada di Kalsel yang tengah disiapkan Disdikbudl untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Menurut Firman Yusi perubahan status sekolah menjadi BLUD karena saat ini banyak siswa siswi SMK di Kalsel melakukan praktek-praktek kerja industri dengan memberikan layanan dan kontribusi pada masyarakat membutuhkan.
Sesuai keahlian siswa, maka sekolah ini dapat menghasilkan pendapatan sendiri, dan dana yang di hasilkan dari layanan tersebut ini bisa jelas.
“Harapan kita, status BLUD untuk sekolah ini segera di wujudkan di Kalsel,” imbuhnya

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel Firman Yusi
Setiap sekolah di Kalsel masing masing mempunyai produk unggulan baik berupa barang dan jasa.
SMK tidak hanya dipandang sebagai sebuah lembaga pendidikan, namun, SMK juga harus bisa dipandang sebagai sebuah korporat yang membutuhkan manajemen secara menyeluruh.
Itu meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengajaran, pengawasan, kekayaan, keuangan, pengembangan, SDM, pemasaran, dan lain sebagainya.
Lanjut Firman Yusi, perubahan status sekolah mejadi BLUD juga sebagai percepatan projek revitalisasi dan pengembangan fungsi sumber daya manusia menuju Kalsel sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara.
Sembilan sekolah di Kalsel yang rencananya ditetapkan sebagai BLUD ini yakni SMKN 2 Banjarmasin, SMKN 3 Banjarmasin, SMKN 4 Banjarmasin, SMKN 5 Banjarmasin, SMKN 2 dan SMKN 3 Banjarbaru, SMKN 1 Martapura, SMKN 2 Amuntai serta SMK PP Negeri Pelaihari.
Rencana perubahan status SMK di Kalsel menjadi BLUD ini sudah dilakukan studi Komparasi di SMKN 27 Jakarta yang sudah menjadi BLUD selama empat tahun, telah menghasilkan dana sendiri dan menguntungkan sebagai penunjang aktivitas sekolah.
“Pengalaman mereka ini yang dipelajari untuk menjadi bahan yang dapat kita terapkan di Kalsel,” katanya (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















