SITUASI TENANG di Makam Raja Banjar “Tercoreng” dengan Adanya Pengeroyokan dan Dilaporkan ke Mapolsek 

- Penulis

Jumat, 24 September 2021 - 01:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Situasi tenang di Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin Utara Provinsi Kalimantan Selatan, tiba-tiba menjelang dilakukan ziarah berkaitan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 495 tahun, situasi tenang pada persiapan, “tercoreng” oleh aksi pengeroyokan.

Ada dugaan  dikomando Ketua Yayasan Restu Sultan, berinisial SN terhadap korban Arman (44).

Insiden yang mencoreng makam Raja Banjar ini, akhirnya berujung hukum setelah korban melaporkan pengeroyokan terhadap dirinya ini ke Mapolsek Banjarmasin Utara.

Kronologis kejadian sendiri seperti yang dituturkan Arman di hadapan wartawan, Kamis (23/9) usai melapor, dirinya selaku anggota Sekretariat Pengawas Sementara Komplek Makam Sultan Suriansyah (Penjaga Marwah Makam Raja Banjar), ditugasi memasang plang sekretariat yang di situ tercantum legalisasi yakni Keputusan Walikota Banjarmasin  No 563 Tahun 2020 dengan Ketua Umum Ir Doyo Pudjaji.

Setelah berkordinasi dengan pihak Babinsa dan Babin Kamtibmas, dengan dibantu sang paman yang berusia 70 tahun saat akan memasang plang  bersebelahan dengan plang pengelola yang lama tersebut, tiba-tiba sang paman didorong oleh SN.

Tak terima sang paman yang renta diperlakukan seperti itu, Arman mencoba membelanya dari serangan SN.
Namun tak sempat membela, seorang anak buah SN disinyalir berinisl U langsung memiting tangannya dari belakang dan membekap lehernya.

Saat itulah ujar Arman, wajahnya ditampar berkali-kali oleh SN. “Luka lebam dekat mata saya tadi sudah divisum saat melapor ke Polsek Banjarmasin Utara.

Saya dipiting di tangan dan leher oleh U, kemudian ditampar berkali-kali oleh SN,” beber Arman bersama 3 orang saksi.

Sementara itu mendengar anggotanya dikeroyok, H Maulana tak terima dan angkat bicara.

Pria yang akrab disapa H Imau ini, menyayangkan kalau pihak pengelola lama bertindak anarkis seperti itu.

“Peristiwa penganiayaan ini tak seharusnya terjadi di Makam Raja Banjar, ini sangat mencoreng!.

Apalagi ini mendekati Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-495, apakah Pemko membiarkan saja hal seperti ini terjadi tanpa ambil tindakan,” kecam H Imau.

H Imau dengan bijak tetap mempercayakan kepada aparat penegak hukum untuk memproses pelaku dan anak buahnya.

“Tadi Arman saya dampingi memang sudah divisum, saksi-saksi pun sudah diperiksa.

Jadi untuk proses selanjutnya saya serahkan kepada aparat berwajib untuk ambil tindakan kepada pelaku.

Baca Juga :   TONGKAT KOMANDO Kapolresta Banjarmasin Dipegang Kombes Pol Riza Muttaqin, Begini Komitmen dan Prioritasnya

Kalau kasus ini terjadi pembiaran dan pelaku masih berkeliaran, saya khawatir akan terjadi konflik horizontal.

Karena selain saya dan seluruh anggota, pihak keluarga korban tentu tidak akan tinggal diam. Jadi ini jelas-jelas pidana, dan segera penjarakan pelaku,” tegasnya.

Sebagai pembanding, lanjutnya, seperti proses pidana yang menimpa anggotanya bernama Zurkani, yang hanya lantaran menarik masker korban beberapa bulan silam, diproses hukum dengan ketat hingga harus merasakan vonis 6 bulan penjara.

“Itu bisa dikategorikan penganiayaan ringan, nah ini penganiayaan dan pengeroyokan murni dan jelas hasil visumnya, apakah dibiarkan saja pelakunya?.

Tidak ditangkap sama sekali?. Saya pastikan hal ini akan menjadi preseden buruk kalau sesudah korban melapor ini tidak ada tindakan hukum,” kecamnya lagi.

Kenapa sampai pemasangan plang itu dilakukan, lanjutnya, karena akibat Pemko Banjarmasin sendiri yang sudah jelas-jelas pada posisi pengawas sementara, seperti hanya bertindak sebatas SK terbit saja.

“Lebih tepatnya Pemko sering bolos dalam melakukan pengawasan cagar budaya ini, padahal perannya sudah sangat jelas dengan terbitnya Ketupusan Walikota tersebut.

“Sekarang giliran ada kejadian penganiayaan dan rebut-ribut seperti ini, barulah Satpol PP berdatangan bersama Babinsa dan Babin Kamtibmas. Apakah semuanya baru aktif kalau ada kejadian dulu?.

Ini saja sudah janggal, masa dalam satu sekretariat ada 2 pengelola, lalu bagaimana sikap pak Walikota dengan kondisi ini,” sindir H Imau soal kurangnya atensi Pemko Nanjarmasin dalam menjaga SK Walikotanya sendiri.

H Imau lebih menyayangkan lagi atas tidak netralnya Babinsa dan Babin Kamtibmas.

Pasalnya, saat korban menghubungi mereka sesuai prosedur pemasangan plang agar ada pendampingan, oknum Babinsa malah berucap ‘tidak enak’ dengan pihak ‘sebelah’ (pengelola lama).

“Kenapa sebagai aparat bersikap penuh keraguan seperti itu, padahal orang saya sudah mengikuti prosedur yang sudah disepakati,” tuntas H Imau. (ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUKA CITA Penyerahan Jenazah Korban KM Virgo pada Pihak Keluarga, Jasa Raharja Pastikan Pemenuhan Hak Santunan
KEBAKARAN di Cempaka XI Banjarmasin Tengah Diduga Usur Kesengajaan, Seorang Diamankan Polisi
TERIDENTIFIKASI Tiga Jenazah Korban KM Virgo, Adalah Pasutri dan Sang Paman
RADIKALISME di Medsos Incar Anak Muda, FKPT Kalsel Perkuat Pencegahan Dini
KM SAR KAMAJAYA Tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Membawa Tiga Jenazah KM Virgo
KEJARI Seruyan Bongkar Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13,8 M Diskan
PENCARIAN Korban Kapal Virgo Transport 8 Maksimalkan Kamera Robot Bawah Air
SEJUMLAH Keluarga Korban KM Virgo Mendengarkan Ceramah dari H Mulkani Al-Banjari

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:43

KEJARI Seruyan Bongkar Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13,8 M Diskan

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 21:42

PERAIRAN KALTENG: Waspada! Angin Kencang-Gelombang Tinggi

Kamis, 17 September 2026 - 21:32

KARHUTLA Kalteng: 28 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 16 September 2026 - 21:17

AKIBAT Karhutla, ISPU Kapuas Tembus 722

Rabu, 16 September 2026 - 21:11

PESAN TERAKHIR Pasutri Samuda, Kasih Tahu saat Kapal Virgo Mulai Miring

Rabu, 16 September 2026 - 20:53

KABUT ASAP Palangka Raya Paksa Sekolah Kembali PJJ

Selasa, 15 September 2026 - 21:02

KARHUTLA Kalteng Capai 9.440 Ha, Status Darurat Hingga Akhir September

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca