Suarindonesia – Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Mahyuni MT menyebut setelah memcoba Sirup Kasturi buatan industri rumahan di Kalsel saat pameran di Jakarta beberapa saat lalu.
Pembeli dari Lebanon dan India berminat untuk disuplai. Menurut Mahyuni ada perbedaan yang sangat jelas antara sirup mangga dan jeruk dengan sirup kasturi.
Dua calon pembeli itu meminta kiriman sebanyak 5 dan 8 kontainer. Ada satu kendala yang dihadapi yaitu penyediaan bahan baku buah kasturi.
Mahyuni, Kamis (8/8) mengatakan, untuk memenuhi pesanan dari Lebanon dan India dalam satu tahun tidak bisa menyediakan sirup kasturi sebanyak 13 kontainer, sebab saat ini baru ada satu industri yang memproduksi sirup kasturi.
Selain itu, kasturi juga musiman berbuah hanya setahun sekali. Sudah begitu, kata Mahyuni, tanaman kasturi jumlahnya masih sedikit karena tumbuh sendiri bukan hasil budidaya.
“Kondisi itu harus menjadi perhatian kita semua. Saya menyarankan agar ada upaya dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait yang membidangi untuk memperbanyak tanaman kasturi menggunakan teknologi, misalnya kultur jaringan, ” bebernya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















