SETELAH KE PROPAM, Keluarga Almarhum Sarijan akan Mengadu ke DPR RI dan Nyatakan Bersedia Diotopsi

- Penulis

Kamis, 20 Januari 2022 - 16:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia -Setelah ke Bid Propam Polda Kalsel, keluarga almarhum Sarijan (60) akan mengadu ke DPR RI dan pula menyatakan bersedia soal diotopsi.

Rupanya pihak keluarga, Belum puas mengadu ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Kalsel.

Kuasa hukum keluarga almarhum Sarijan  warga Teluk Tiram Banjarmasin yang meninggal dunia pasca sempat diamankan Kepolisian ini,  berencana mengadu ke DPR RI.

“Iya dan saya tengah berada di Jawa Timur dan berkoordinasi dengan staf anggota DPR RI agar bisa bertemu dengan Wakil Rakyat di Senayan dalam waktu dekat,” kata keluarga korbanm Kamarullah, kepada wartawan, kamis (20/1/2022).

“Sudah janjian, kami menunggu konfirmasi. Dalam rangka pengaduan dan penanganan ini biar ada tindaklanjut,” tambahnya.

Ia menyebut, itu dilakukan agar upaya pencarian keadilan yang tengah dilakukan keluarga dan kerabat terkait meninggalnya Sarijan.

Semua mereka duga berkorelasi dengan dugaan tindak kekerasan oleh oknum Kepolisian, ini dapat didengar.

“Soal penanganan laporan mereka sebelumnya ke Bid Propam Polda Kalsel, belum mendapat pembaruan informasi yang signifikan dari penyelidikan yang dilakukan.

Tidak ada pemberitahuan, mana SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) nya ke kami tidak ada,” kata Kamarullah.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol M Rifa’i mengatakan, penyelidikan oleh Sub Bidang Pengamanan Internal (Subbid Paminal) Bid Propam Polda Kalsel masih berlangsung.

“Ini masih berproses. Kapolres waktu itu menyerahkan enam orang, tapi yang diamankan Propam mungkin yang diduga terlibat lima, jadi yang diamankan lima.

Langsung ditarik ke Mapolda. Masalah nanti ditahan atau ditetapkan tersangka, masih berproses ya didalami dan diperiksa,” jelas  Kombes M Rifa’i.

Dalam peristiwa, satu-satunya saksi dalam kejadian penangkapan yaitu istri almarhum Sarijan, yang  juga dimintai keterangan.

Kemudian ditanya tentang  SP2HP, Kabid Humas  menyebut memang belum ada, pasalnya penanganan masih dalam tahapan penyelidikan.

Baca Juga :   DILAPORKAN ke Bawaslu, Aulia Oktaviandi Dugaan Manfaatkan Program Pemerintah Daerah

“SP2HP kata dia akan terbit jika memang sudah masuk pada tahap penyidikan.

Kalau masuk penyidikan, SP2HP harus ada. Sekarang ini kan belum,” terang Kabid Humas.

Sebelumnya, keluarga dan kerabat almarhum Sarijan didampingi kuasa hukum melaporkan dugaan tindakan tak sesuai prosedur dalam penangkapan oleh oknum Polisi.

Keluarga dan kerabat tak terima, karena  almarhum Sarijan meninggal dunia pasca dilakukan penangkapan dan diduga mendapatkan perlakuan kekerasan dari oknum Polisi.

Versi Polisi dalam penangkapan di wilayah hukum Polres Banjar, kalau sosok Sarijan merupakan terduga pengedar narkoba yang sudah menjadi target penangkapan polisi.

Namanya tersohor tak hanya di Polres Banjar, tapi juga disejumlah wilayah lain.

“Ada juga LP di Polresta Banjarmasin, di Polsek Banjamasin Tengah juga ada laporannya. Intinya ada beberapa kasus yang sama,” ujar Rifa’i saat konferensi pers, Selasa (18/1) lalu.

Rifa’i membenarkan, bahwa Sat Reskoba Polres Banjar mengelar operasi penangkapan di Desa Pemangkih Baru, Kabupaten Banjar pada Kamis dinihari, 29 Desember 2021 lalu.

“Indikasinya, korban sering transaksi di rumah korban tersebut sehingga dilakukan penangkapan,” ujarnya.

Terkait Sarijan tak melakukan perlawanan saat akan ditangkap seperti yang dikatakan pihak keluarga pun dibantah.

Rifa’i mengungkapkan bahwa saat akan ditangkap polisi harus mengambil tindakan lantaran Sarijan melawan menggunakan senjata tajam.

“Saat itu ada dua pisau, terduga pelaku mau mengambil pisau panjang, sejenis pedang. Disitulah terjadi pergumulan,” bebernya.

Selain itu, Rifa’i juga menepis pernyataan bahwa saat pengerebekan tak ada barang bukti yang ditemukan.

Dikatakan Rifa’i bahwa saat kejadian detumukan alat hisap sabu.”Ada alat bong, alat kaca dan pisau,” bebernya. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca