Sepanjang 2018, Ada 38 Kasus Pembunuhan dan 476 Lakalantas di Kalsel

- Penulis

Senin, 31 Desember 2018 - 13:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Sepanjang tahun 2018 dan di penghujung tahun 2019 ini, untuk wilayah hukum Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kaleel) ada 38 kasus pembununan terjadi dan 476 kasus kecalakan lalu lontas (lakalantas).

Gambaran umum itu disampiakan Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani didampingi Wakapolda, Brigjen Pol Brigjen Polisi Aneka Pristafuddin, Irwasda Kombes Pol Djoko Poerbo Hadijojo serta dihadiri para pejabat utama Polda Kalsel, Senin (31/12) pada jumpa pers akhir tahun 2018 di Mapolda Polda Kalsel.

Pada kesempatan ini meliputi 6 pokok, diantaranya aspek pembinaan, aspek operasional, operasi kepolisian yang dilaksanakan Polda Kalsel, Prediksi dan antisipasi situasi kamtibmas tahun 2018 dan harapan serta himbauan kepada masyarakat.

Kapolda menekankan kembali tugas pokok Polri.“Saya selalu menyampaikan kepada anggota tentang tugas pokok Polri agar Polri bisa memberikan pelayanan optimalnya kepada masyarakat, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat,’’ tegasnya.

Ditambahkan  olri mengedepankan komitmen dan konsistensi terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi Polri (8 program Quick wins) agar dapat dilaksanakan dengan baik sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat, karenanya akan diberikan reward dan punishment terhadap kinerja anggota Polri.

Kemudian disebut untuk tren kasus pembunuhan cukup meningkat.

Dalam catatan akhir tahun disebutkan sepanjang tahun 2018 tercatat sebanyak 38 kasus pembunuhan, 30 diantaranya berhasil di ungkap.

Salah satunya kasus pembunuhan Levie Prisilia, yang tewas di kawasan Gambut Kabupaten Banjar pada 23 November lalu.

Selain kasus pembunuhan, yang masih menonjol adalah kasus narkoba.

“Dimana narkoba masih menjadi pekerjaan kita bersama, untuk dituntaskan,’’ ujarnya.

Manun pada bagian lain kapolda katakan, untuk angka kriminalitas di Kalsel mengalami penurunan 1.116 perkara atau 15,21 persen ketimbang tahun 2017.

Baca Juga :   BARESKRIM Polri Ungkap Judol Modus Deposit Pulsa Rp890 Miliar

Perkara periode Januari s/d 21 Desember 2018 terdata 6.220 perkara, turun ketimbang tahun 2017 sebanyak 7.336 perkara.

Penyelesaian perkara tindak pidana turun sebanyak 944 perkara atau 15,70 persen.

Pada 2018, dari 6.220 perkara, polisi bisa merampungkan 5.067 perkara (81,46 persen). Adapun pada 2017, dari 7.336 perkara, polisi bisa menyelesaikan 6.011 perkara tindak pidana (81,93 persen).

Sedangkan angka lakalantas tahun 2018 turun 93 kasus atau 16,34 persen, dari 569 kasus tahun 2017 menjadi 476 kasus pada 2018. Kemudian korban meninggal dunia akibat lakalantas turun 126 orang atau 27,75 persen, dari 454 orang tahun 2017 menjadi 328 orang tahun 2018.

Data ini periode Januari – 26 Desember 2018.”Semua angka-angka tersebut, masih menjadi tantangan dan memerlukan kerja keras dan sinergitas berbagai pihak.

Serta peningkatan kepatuhan hukum masyarakat, untuk terus menerus berupaya meningkatkan kualitas berlalulintas.

“Karena kecelakaan lalu lintas berawal dari pelanggaran terhadap aturan dan etika berlalu lintas,’’ kata Irjen Yazid.

Di luar penanganan tindak pidana dan lakalantas, Yazid Fanani meyakini situasi politik di Kalsel relatif aman dan kondusif jelang Pemilu 2019. Ia optimis pemungutan suara pada 17 april 2019 berjalan aman.

“Sampai saat ini berjalan dengan aman dan terkendali,’’ katanya. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIDUKUNG Adaro, PWI Kalsel Bekali 24 Wartawan Hadapi UKW Angkatan XXIV
KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB
OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan
PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI
PETIR MENGGELEGAR Tanpa Adanya Hujan di Wilayah Banjarmasin
HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca
BNN PERKETAT PENGAWASAN Jalur Masuk Penyelundupan Narkotika
KAPOLDA KALSEL Kumpul Bersama Masyarakat di Kampung Nusantara

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:00

2.000 LEBIH Dapur MBG tak Layak Higiene Ditutup Permanen

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:48

PEMDA DIMINTA PERKUAT Pencegahan Karhutla hingga Tingkat Desa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:42

BNN PERKETAT PENGAWASAN Jalur Masuk Penyelundupan Narkotika

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:44

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Berita Terbaru


Ilustrasi visual yang menggambarkan kesiapan bantuan peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) untuk 13 kabupaten di Kalimantan Tengah. (SI/UT/@Gemini.Ai)

Kalteng

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Okt 2026 - 21:59

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (HO-Antara)

Hukum

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Okt 2026 - 21:40