SEOUL Buka Pintu ART Asing

- Penulis

Jumat, 1 September 2023 - 21:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEOUL akan menerima 100 pekerja rumah tangga asing demi menggenjot jumlah tenaga kerja dan angka kelahiran terus turun. (Getty Images/SeanPavonePhoto)

SEOUL akan menerima 100 pekerja rumah tangga asing demi menggenjot jumlah tenaga kerja dan angka kelahiran terus turun. (Getty Images/SeanPavonePhoto)

SuarIndonesia — Ibu Kota Korea Selatan, Seoul, akan menerima 100 pekerja rumah tangga asing demi menggenjot jumlah tenaga kerja dan angka kelahiran yang terus turun.

Seoul berharap pilot project atau program percobaan ini bisa membuat warga, terutama para perempuan, kembali mau kembali bekerja setelah menikah dan memiliki anak.

“Pembantu rumah tangga asing bisa merevitalisasi masyarakat kita. Terutama, ini bisa segera membantu jeda karier,” kata Wali Kota Seoul Oh See Hoon, dikutip CNNIndonesia dari Reuters, Jumat (1/9/2023).

Menurut data, sekitar 17 persen perempuan Korsel mengalami jeda karier setelah menikah demi mengurus anak. Beberapa perempuan bahkan memutuskan tidak memiliki anak karena tak ingin mempengaruhi karir dan melihat memiliki keturunan membutuhkan biaya yang tinggi.

Sementara itu, jumlah perempuan berusia 15-54 tahun yang berhenti bekerja usai menikah di Korsel mencapai 1,39 juta pada 2022, demikian dikutip Yonhap.

Angka tersebut sejalan dengan penurunan jumlah menikah di Korsel dan angka kelahiran bayi.

Pada 2022, Korsel menjadi negara dengan tingkat kesuburan terendah di dunia. Rata-rata jumlah kelahiran bayi yang diprediksi untuk setiap perempuan yakni 0,78. Di Seoul bahkan angka kesuburan lebih rendah yakni 0,59.

Menurut data Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OEDC) angka rata-rata kesuburan perempuan yaitu 1,59 pada 2020.

“Tak ada solusi universal untuk mengatasi angka kelahiran yang rendah,” kata Oh.

Ia lalu berujar, “Intinya saat ini adalah membiarkan semua kemungkinan terbuka saat kita menghadapi krisis yang membuat negara kita menghilang.”

Korsel tengah menjajaki pembicaraan terkait program percontohan ini dengan Filipina selaku negara yang dianggap potensial menyumbang ART.

Baca Juga :   RACE MotoGP Inggris 2026: Fernandez Juara Ungguli Martin dan Bezzecchi

Berdasarkan aturan saat ini, hanya warga asing tertentu, seperti pasangan warga negara Korea dan etnis Korea, yang diizinkan menjadi pekerja rumah tangga.

Pemerintah memperkirakan harga pasar saat ini untuk ART penuh waktu yang tinggal di rumah majikan yakni sekitar 3,4 juta won hingga 4,5 juta won atau sekitar Rp39 juta hingga Rp54 juta per bulan.

Namun, inisiasi Korsel tak melulu disambut baik. Puluhan kelompok masyarakat sipil termasuk Politicalmamas mendesak pemerintah membatalkan rencana itu.

Mereka mengatakan pemerintah seharusnya fokus mengurangi jam kerja panjang di negara itu.

Pemerintah, lanjut mereka, juga dianggap sengaja mengimpor tenaga kerja murah di tengah kondisi pekerja rumah tangga yang buruk.

“Orang tua perlu banyak waktu untuk bersama anak-anak mereka, bukan seseorang yang melakukan outsourcing dalam membesarkan anak mereka,”kata ketua Politicalmamas, Park Min Ah.

Namun, pihak berwenang Korsel mengklaim para pekerja rumah tangga asing itu akan mendapat upah minimum yang sama dengan warga Korea, sebesar 9.620 won atau sekitar Rp111 ribu. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18