SENTRA ANTASARI, Lantai 1 Pasar Selalu Banjir dan Bau Ketika Diguyur Hujan

- Penulis

Selasa, 9 November 2021 - 02:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Hanya bisa mengeluh dan merasakan kondisi becek. Itulah hanya dirasakan oleh para pedagang lantai 1 Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin.

Pasalnya, atap carbon yang berfungsi sebagai sumber pencahayaan di pasar yang dikelola oleh pihak swasta itu sudah hancur termakan usia.

Alhasil, setiap terjadi hujan lantai kios yang berada di bawah atap tersebut menjadi tergenang becek dan bau gara-gara air hujan yang masuk ke dalam.

Salah seorang pedagang di pasar tersebut, Abdul Hamid mengatakan, kondisi itu sudah berlangsung selama lebih dari setahun.

“Paling parah, jebolnya itu tiga bulan belakangan. Kalau hujan deras, selesai sudah. Lapak dagangan pasti basah,” ungkapnya saat ditemui awak media di kiosnya, Senin (8/11/2021).

Ia mengaku, para pedagang sudah berusaha memperbaiki kerusakan atap tersebut dengan dana pribadi yang dikumpulkan bersama para pedagang lain yang terdampak

“Sudah diperbaiki, rusak lagi. Diperbaiki rusak lagi. Sudah tak terhitung berapa banyak uang yang kami keluarkan untuk memperbaikinya,” tambahnya.

Selama ini, perbaikannya ditanggung sendiri oleh para pedagang. Alias, masih secara swadaya. Bukan tanpa alasan mengapa hal itu dilakukan, Pemko Banjarmasin tidak bisa serta merta memperbaiki.

Karena seperti diketahui, status pasar itu masih dimiliki oleh pihak ketiga.

Benar saja, dari hasil pantauan, akibat atap yang jebol, air rembesan menggenang di lantai pasar. Bahkan ada kios yang genangan air nya banyak dihidupi jentik nyamuk.

Abdul Hamid pun menambahkan, dirinya bersama pedagang lainnya pun juga berulang kali menyewa orang untuk membersihkan rembesan air yang menggenang itu.

“Bila airnya banyak, kami upah Rp50 ribu untuk sekali membersihkan. Kalau sedikit, Rp30 ribu,” tambahnya.

Terpisah, Kepala UPTD 1 Sentra Antasari, Abdul Aziz mengaku tak bisa berbuat banyak terkait penanganan berupa perbaikan Pasar Sentra Antasari.

Baca Juga :   PULUHAN JEMAAH UMRAH Kalsel Telantar di Jeddah, Bambang Heri Purnama Turun Tangan Bantu Kepulangan ke Tanah Air

Karena menurutnya, secara aturan gedung tersebut masih belum diserahkan ke Pemko Banjarmasin.

“Tapi untuk pembinaan dan kenyamanan, kami masih diperkenankan untuk membantu. Termasuk perbaikan atap itu,” jelasnya.

Abdul Aziz mengaku, pihaknya juga selalu menampung keluhan pedagang dan selalu direspons. Termasuk, terkait jebolnya atap bangunan itu.

Hanya saja, terkadang kendala yang dihadapi pihaknya ada pada soal pendanaan. Maka, pilihan yang dapat diambil, yakni dengan berembuk bersama para pedagang.

“Makanya, perbaikan hanya bisa dilakukan melalui swadaya pedagang,” ucapnya.

Ditanya mengenai seberapa banyak atap bangunan yang rusak, Abdul Aziz mengaku hampir meliputi seluruh blok pasar. Dari Blok A sampai Blok D.

Beruntung, kerusakan yang dialami Blok A dan B, tidak separah dua blok lainnya.

“Blok C sudah ada perbaikan. Blok D yang belum,” tambahnya.

Abdul Aziz juga menyebutkan asal kerusakan. Menurutnya, itu terjadi lantaran atap yang dipakai sudah terlampau uzur.

“Atap yang dipakai itu berbahan karbonat. Dipakai sudah hampir 20 tahun. Idealnya, bahan itu cuma bertahan lima tahun,” jelasnya.

Lantas, apakah bakal ada perbaikan yang bisa diupayakan ke depannya? Abdul Aziz menjawab ada. Tapi, tidak bisa dilakukan secara menyeluruh. Perbaikan, hanya bisa dilakukan secara bertahap. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca