Suarindonesia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membiayai satuan tugas (satgas) gabungan yang berjumlah 1.500 orang untuk melakukan pencegahan pembakaran hutan dan lahan.
Belakangan melihat perkembangan yang terjadi di lapangan, salah satu direktur di BNPB memberikan masukan agar satgas pencegahan yang berjumlah 1.500 orang ikut serta memburu pelaku pembakaran.
Diakui Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyudin, satgas gabungan yang dibiayai BNPB tersebut tugas dan fungsi utamanya melakukan pencegahan dengan cara sosialisasi dan sebagainya.
Pria yang akrab disapa Ujud ini menyebut mendukung usulan tersebut, sebab di dalam satgas tersebut juga beranggotakan TNI dan Polri.
“Kami mendukung mereka juga ikut mencari pelaku pembakaran. Sekalian saja mereka sosialisasi, memadamkan api, dan mengejar para pelaku.
Saya kira kita dapat berbagi peran dengan pola tugas seperti satgas darat patroli, BPBD menginformasikan titik api dan memadamkan, kepolisian melakukan penyidikan, dan masyarakat sebagai intelegennya, ” ujarnya.
Sementara pada rapat harian satgas mengemuka tentang masih rendahnya penegakan hukum bagi pembakar hutan dan lahan di Kalsel.
Malah dilaporkan BPBD ke satgas penegak hukum sudah ada lima terekam Drone yang sebagian besar di kawasan Banjarbaru dengan dugaan buka lahan untuk pengembangan perumahan.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















