SuarIndonesia – Persemaian Permanen BPTH kembali menjadi tempat kunjungan lapangan.
Kali ini, sebanyak tujuh orang anggota Saka Wanabakti Dinas Kehutanan Kalsel, diketuai Nur Arie Fajriati, melakukan praktik lapangan, Minggu (23/2/2020) lalu.
Dipersemaian, mereka belajar tentang materi dan praktik perbenihan tanaman hutan di bawah bimbingan Manajer Persemaian Akhmad Effendi.
Saat penyampaian materi, Fendi, sapaan manajer persemaian, menjelaskan fungsi persemaian (nursery) sebagai tempat untuk memproses benih (atau bahan lain dari tanaman), menjadi bibit atau semai yang siap ditanam.
“Persemaian permanen biasanya berukuran luas dan lokasinya menetap.
Contohnya persemaian kita ini seluas 5 hektare di areal Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, kawasan pusat perkantoran Pemprov Kalsel,” ujarnya.

Sasaran pelayanan, juga diterangkan Fendi. Persemaian ini mampu melayani areal penanaman yang cukup luas.
“Selain itu, persemaian ini digunakan untuk jangka waktu yang lama, minimal 25 tahun,” terangnya.
Dalam praktik perbenihan ini, Fendi mengajak para anggora Pramuka melakukan praktik budidaya.
Kegiatan ini menentukan tahap kegiatan selanjutnya.
“Mulai dari tahapan penyemaian benih di bedeng semai, terus ke bedeng sapih, harus selalu dalam kontrol ketat.
Tujuannya agar saat aklimatisasi nanti di open area, bibit mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan, “ tuturnya.(ADV/RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















