RPH BASIRIH Banjir Permintaan Sembelih Hewan Kurban

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2020 - 18:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih kebanjiran permintaan untuk proses penyembelihan hewan kurban tahun ini. Hal ini terjadi lantaran Idul Adha kali ini masih di masa pandemi CoVID-19 atau virus Corona.

Warga atau panitia kurban lebih memilih menyembelih hewan kurban di RPH, lantaran dinilai lebih aman. Selain itu yang jadi pertimbangan lain juga untuk menghindari terjadinya kerumunan saat proses penyembelihan.

“Sudah ada 32 ekor yang diajukan. Ini rencana ada lagi sekitar 40 lebih,” ucap Kepala UPT RPH RPU, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, Agus Siswadi, Selasa (07/07/2020).

Agus menjelaskan, di RPH Basirih sendiri saat ini memiliki 12 unit mesin penyembelihan sapi, di mana alat ini bisa melayani penyembelihan sebanyak 20 sampai 25 ekor sapi per harinya.

“Kalau tahun lalu ada mungkin tak sebanyak kali ini. Ya memang ada, tapi tidak terlalu banyak seperti sekarang,” jelasnya.

Untuk proses penyembelihan, ujar Agus, memang dipungut biaya. Akan tetapi biaya tersebut bukan untuk keperluan RPH, akan tetapi guna membayar petugas yang melaksanakan pemotongan.

“Kalau itu memang ada biaya tambahan sekitar Rp500 ribu untuk tenaga penyembelih. Bukan untuk RPH,” katanya.

Selain itu, RPH hanya bertugas untuk pemotongan saja. Jika sudah selesai, daging kurban akan diserahkan kepada pemilik untuk dibagikan. “Kalau pembagiannya ya diserahkan kepada pemilik. Kami hanya sampai proses pemotongan saja,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan DKP3 Banjarmasin Anwar Ziyadi mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 260 ekor sapi yang masuk dari target pemenuhan stok sekitar 2 ribu ekor.

“Tahun ini tak jauh berbeda dari tahun lalu ada sekitar 2 ribu ekor. Dan rata-data sudah pada datang. Selain lokal, juga ada dari Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur,” ucapnya.

Baca Juga :   JASAD Mr X Ternyata Marwani, Polisi Mintai Keterangan Pihak Keluarga

Meski kondisi ekonomi saat itu berdampak CoVID-19, akan tetapi itu tak terlalu mempengaruhi permintaan hewan kurban tahun ini. Alasannya, masyarakat cenderung mempersiapkan anggaran sejak jauh-jauh hari.

“Mungkin yang membedakan tahun ini pakai protokol kesehatan CoVID-19. Kami juga membuat surat edaran untuk dibagikan ke masyarakat dan panitia kurban,” jelasnya.

Lebih lanjut, setiap hewan kurban yang tiba sudah dicek kesehatannya guna mengetahui apakah terinfeksi penyakit atau tidak. Apabila ditemukan tentu itu tak dianjurkan untuk dijual.

“Sapi sebelum dikirim sudah diperiksa. Setelah datang di penampungan juga diperiksa. Untuk mengetahui apakah ada penyakit berbahaya juga mengetahui hal lain,” bebernya.

Adapun Medik Veteriner, DKP3 Banjarmasin, drh Anang Wijatmiko mengatakan, pemeriksaan terhadap hewan kurban ini akan dilakukan hingga pelaksanaan ibadah kurban, yang diprediksi jatuh pada 30 Juli mendatang.

“Kalau untuk sementara masih aman tidak ada penyakit yang berbahaya. Paling ada sapi yang kelelahan karena pengiriman melalui transportasi laut yang cukup jauh,” ucapnya usai melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan antemortem dilakukan untuk memastikan ada tidaknya penyakit strategis pada ternak seperti hanya anthrax, jembrana, brucellosis serta penyakit yang bisa menimbulkan bahaya jika dikonsumsi manusia.

Mengingat ternak yang ada di RTH Basirih didatangkan dari luar Kalimantan, seperti Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IIMU RETRET AKMIL, Supian HK : Siap Terapkan di Kalsel !
LAKA LIBATKAN Dua Emak-emak di Banjarmasin, Respon Cepat 110 Polri Permasalahan Berakhir Damai
BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji
PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan
PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia
PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton
ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli
SALURKAN Bantuan untuk Haul ke-133 Datu Amin Banua Anyar, Kapolsek Juga Tinjau Lokasi

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Senin, 13 April 2026 - 23:02

14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Sabtu, 11 April 2026 - 17:38

DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional

Jumat, 10 April 2026 - 23:21

PRESIDEN PRABOWO: Halangi Satgas PKH Berarti Hambat Presiden

Jumat, 10 April 2026 - 23:09

SEMBILAN Anggota Ombudsman Dilantik

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca