SuarIndonesia — Robert Francis Prevost, seorang Paus baru, yang merupakan pemimpin ke-267 Gereja Katolik, terpilih pada pemungutan suara keempat dalam dua hari konklaf kepausan yang berlangsung di Kapel Sistina, Vatikan, Kamis (8/5/2025) waktu setempat.
Paus baru itu terpilih lebih cepat daripada mendiang Paus Fransiskus, yang pada 2013 terpilih menjadi Paus pada pemungutan suara kelima—juga pada hari kedua konklaf.
Terpilihnya Paus baru ditandai dengan asap putih yang mengepul dari cerobong asap Kapel Sistina sekitar pukul 18.00 waktu setempat (23.00 WIB).
Kemunculan asap putih itu disambut dengan kegembiraan dan perayaan dari sekitar 15.000 umat beriman yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus.
Mereka bertepuk tangan dan bersorak-sorai, diiringi bunyi lonceng Santo Petrus yang berdentang, menyambut hadirnya Paus baru bagi dunia.
Pemimpin baru bagi 1,4 miliar umat Katolik sedunia itu akan segera terungkap identitasnya, setelah ia mendapatkan mayoritas dua pertiga suara dari proses voting yang dilakukan 133 kardinal elektor.
Setelah terpilih melalui pemungutan suara yang berlangsung sejak Rabu (7/5), ia akan memilih nama yang akan digunakan selama masa kepausannya.
Kemudian, ia akan masuk ke “Ruang Air Mata” guna mempersiapkan diri untuk sebuah perubahan besar dalam hidupnya.
Di dalam ruangan itu, Paus akan menemukan tiga jubah putih dengan ukuran berbeda, dan mengenakan salah satu yang paling pas untuknya.
Setelah berpakaian, Paus akan duduk di kursi Kapel Sistina, membaca bagian dari Injil Matius tentang tugas seorang Paus yang dianggap sebagai penerus Santo Petrus, dan menerima penghormatan dari para kardinal.
Kemudian, kardinal protodiakon Dominique Mamberti akan muncul di loggia tengah Basilika Santo Petrus dan mengumumkan dalam bahasa Latin “habemus papam” yang berarti “kita memiliki seorang Paus”.
Segera setelah itu, Paus baru akan muncul di loggia dan menyampaikan berkat Urbi et Orbi (berkat untuk Kota Roma dan dunia).tung daerah masing-masing mana yang kuat (pendanaannya, red). Alokasinya bisa berbentuk beasiswa, dan sebagainya,” katanya.
Paus pertama dari AS
Dilansir dari AntaraNews, Kardinal Robert Francis Prevost terpilih menjadi Paus pertama dari Amerika Serikat dengan nama Leo XIV pada masa kepausannya.
Prevost adalah seorang kardinal kuria, yang dikenal dekat dengan mendiang Paus Fransiskus.

Ia terpilih menjadi paus ke-267 Gereja Katolik pada hari kedua konklaf yang berlangsung di Kapel Sistina, Vatikan, Kamis (8/5/2025).
Berusia 69 tahun, Prevost yang selanjutnya akan disebut Paus Leo XIV, lahir di Chicago dari keluarga asal Prancis.
Prevost merupakan anggota Ordo Santo Agustinus, yang pernah bertugas di Peru.
Uskup Amerika—yang fasih berbahasa Spanyol, Portugis, Italia, dan Prancis—itu telah menunjukkan perhatian khusus kepada kaum terpinggirkan dan migran di Peru, yang sangat dihargai oleh Fransiskus.
Ia baru diangkat menjadi kardinal oleh mendiang Paus Fransiskus pada tahun 2023.
Pemimpin baru bagi 1,4 miliar umat Katolik seluruh dunia itu juga pernah menjadi prefek Dikasteri untuk para Uskup serta Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















