SuarIndonesia — Milisi di Lebanon selatan, Hizbullah, bersumpah akan menghukum Israel usai diduga meledakkan ribuan pager di negara tersebut, Selasa (17/9).
“Kami menganggap Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas agresi kriminal ini,” demikian rilis Hizbullah, dikutip CNNIndonesia dari Mehr News, Rabu 18/9/2024).
Hizbullah juga menyebut “rezim Israel akan menerima hukuman yang adil atas agresi mereka.”
Israel diduga menanam alat peledak di pager yang diimpor dari Taiwan ke Lebanon untuk Hizbullah.
Dalam rilis resmi, Hizbullah juga meminta warga untuk waspada terhadap rumor yang memicu perang psikologis.
Selain itu, mereka menegaskan Hizbullah sedang melakukan penyelidikan terkait ledakan di perangkat komunikasi.
Pernyataan Hizbullah muncul usai ribuan pager meledak di sejumlah wilayah di Lebanon. Imbas insiden ini, sembilan orang tewas dan 2.800 orang mengalami luka-luka.
Israel sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan soal ledakan dan membantah atau mengonfirmasi tuduhan yang disematkan kepada mereka.
Ledakan pager di Lebanon juga terjadi usai Israel memperluas tujuan perang di perbatasan dengan mengembalikan warga ke rumah masing-masing.
Warga di Israel utara sempat mengungsi karena pasukan Zionis dan Hizbullah saling serang sejak Oktober 2023.
Terjadi Lagi Ledakan, Walkie Talkie Hizbullah hingga Pager
Sejumlah perangkat komunikasi walkie talkie meledak di markas Hizbullah, di Beirut, Lebanon, Rabu (18/9). Walkie talkie itu digunakan oleh anggota kelompok Hizbullah.
Kantor Berita Nasional milik pemerintah Lebanon juga melaporkan ledakan serupa dari alat komunikasi pager dan “perangkat” di Lebanon timur dan selatan.
“Sejumlah walkie talkie meledak di pinggiran selatan Beirut,” kata sumber tersebut, dengan tim penyelamat yang berafiliasi dengan Hizbullah mengonfirmasi perangkat telah meledak di dalam dua mobil di daerah tersebut, dikutip CNNIndonesia dari AFP.
Sementara itu Al Jazeera juga melaporkan gelombang ledakan baru di seluruh Lebanon
TV al-Manar milik Hizbullah melaporkan bahwa perangkat nirkabel meledak di tangan mereka yang membawanya di beberapa daerah Lebanon.
Salah seorang reporter mengaku menyaksikan dua ledakan baru. Menurutnya, terdapat sebuah mobil yang juga ikut meledak.
“Saat ini saya berada di tengah jalan. Ada banyak ambulans, kekacauan di mana-mana,” katanya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















