RIBUAN Orang Mengungsi, Akibat Amuk Brutal Geng Kriminal

- Penulis

Jumat, 18 Agustus 2023 - 00:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga orang pria berlari di samping ban yang terbakar selama protes menuntut diakhirinya kekerasan geng, di Port-au-Prince, Haiti, Senin, (14/8/2023) waktu setempat. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

Tiga orang pria berlari di samping ban yang terbakar selama protes menuntut diakhirinya kekerasan geng, di Port-au-Prince, Haiti, Senin, (14/8/2023) waktu setempat. (REUTERS/Ralph Tedy Erol)

SuarIndonesia — Geng kriminal bertindak brutal di Ibu Kota Haiti, Port-au-Prince. Tindakan itu membuat ribuan orang harus mengungsi.

Dilansir dari AFP, Rabu (16/8/2023), mereka mengungsi menggunakan mobil, sepeda motor maupun berjalan kaki. orang-orang melarikan diri dari distrik setempat yang dipenuhi geng kriminal.

Departemen Perlindungan Sipil Haiti memperkirakan sekitar 3.120 orang melarikan diri dari distrik Carrefour-Feuilles, yang ada di bagian selatan Port-au-Prince, Selasa (15/8) waktu setempat.

Para pejabat setempat memprediksi jumlah warga yang mengungsi kemungkinan akan semakin bertambah.

“Kami hidup dalam situasi yang sangat sulit,” tutur Elie Derisca, yang merupakan warga distrik Carrefour-Feuilles, saat berbicara kepada AFP.

“Saya bahkan tidak tahu harus pergi ke mana. Saya harus meninggalkan rumah saya,” ucapnya.

Polisi AS Cari Pemimpin Geng
Distrik itu diketahui sering menjadi target serangan geng kriminal yang dipimpin oleh Renel Destina, yang dikenal dengan nama alias Ti Lapli. Sosok Destina sedang diburu oleh otoritas Amerika Serikat (AS) karena menculik sejumlah warga Amerika.

“Polisi-polisi yang tinggal di area itu tidak lagi memiliki sarana untuk membela kami. Akibatnya, para bandit bisa mengambil alih rumah kami,” tutur Derisca, seperti dikutip detikNews dari AFP, Kamis (17/8/2023).

Rumah Warga Dibakar
Dia menambahkan bahwa para penjahat menjarah dan membakar rumah-rumah warga di distrik tersebut, dan bahkan menyebabkan beberapa kematian.

Oritas Haiti mengatakan rumah-rumah di distrik itu telah dibakar dan ada ‘nyawa manusia yang hilang’, namun tidak disebut lebih lanjut jumlahnya.

Baca Juga :   SOSIALISASI Instruksi Jaksa Agung, Kajati Kalsel : Manfaatkan Forum dan Diskusikan Semua Kendala

Kekacauan terlihat jelas di jalanan distrik Carrefour-Feuilles pada Selasa (15/8) waktu setempat. Beberapa warga tampak mengangkat koper di atas kepala mereka, sedangkan yang lainnya menempatkan kasur dan perabotan di atas atap mobil mereka.

Mengungsi di Area Sekolah
Geng kriminal dilaporkan sekarang menguasai sekitar 80 persen wilayah Port-au-Prince, di mana penculikan, pemerkosaan, perampokan dan pembunuhan menjadi ancaman setiap harinya.

Sejumlah orang lainnya, menurut postingan media sosial, mencari perlindungan di area lapangan umum dan di dalam sekolah-sekolah yang ada di distrik lainnya yang lebih aman.

Pada Senin (14/8) waktu setempat, warga lokal yang terjebak di distrik yang marak geng kriminal itu menggelar unjuk rasa memprotes krisis keamanan. Kepolisian Nasional Haiti dikerahkan untuk memulihkan ketertiban di area tersebut.

Dalam pernyataannya, pihak kepolisian berjanji untuk melawan geng-geng kriminal tersebut. Namun janji itu hanya memberikan sedikit jaminan bagi penduduk setempat yang terus melarikan diri dari distrik tersebut, pekan ini.

Haiti selama bertahun-tahun terperosok ke dalam krisis ekonomi, keamanan dan politik yang saling terkait. Pembunuhan Presiden Jovenel Moise tahun 2021 lalu telah memperburuk situasi secara dramatis, dengan geng-geng kriminal semakin kuat. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

ALPIYA RAKHMAN Perjuangkan Infrastruktur dan UMKM di Tanah Bumbu
RATUSAN SOPIR TRUK dengan Armadanya Bereaksi, Dugaan BBM Biosolar Dilarikan ke Perusahaan Tambang di Kalsel
MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina
AKSI MASSA di Gedung DPRD Kalsel, Soroti MBG dan Nasib Guru Honorer
HEBOHKAN DUGAAN PEREKAMAN Diam-diam di Toilet Pasar Sentra Antasari
ERA BARU Logistik Polri Semakin Modern untuk Menunjang Pelayanan kepada Masyarakat
PRESTASI GEMILANG di Tingkat Nasional, Kapolda Kalsel “Diganjar Penghargaan” dari Kapolri
KEPANIKAN di Tengah Amuk Api, Seorang Nenek dan Cucunya Dievakuasi

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:56

ALPIYA RAKHMAN Perjuangkan Infrastruktur dan UMKM di Tanah Bumbu

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:47

TVRI Pemegang Hak Siar Resmi Sepak Bola Piala Dunia 2026, Berikut Jadwal Lengkap

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:58

RATUSAN SOPIR TRUK dengan Armadanya Bereaksi, Dugaan BBM Biosolar Dilarikan ke Perusahaan Tambang di Kalsel

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:52

MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:47

AKSI MASSA di Gedung DPRD Kalsel, Soroti MBG dan Nasib Guru Honorer

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:37

HEBOHKAN DUGAAN PEREKAMAN Diam-diam di Toilet Pasar Sentra Antasari

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:22

DIPERCEPAT Penyelesaian dan Penetapan Batas 1.871 Desa di Kalsel

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:13

DITERAPKAN Transaksi Nontunai di Seluruh Desa Kalsel

Berita Terbaru

Rubrik opini

PEMERINTAH, Gaduh Oleh Ulah Sendiri

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:34

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca