SuarIndonesia – Kabar meninggalnya ulama kharismatik H Ahmad Zuhdiannor atau akrap disapa Guru Zuhdi menyisakan duka bagi warga Kalimantan Selatan terlebih para jemaah yang rutin mengikuti pengajian almarhum.
Sebelumnya Guru Zuhdi dikabarkan meninggal dunia pada usia 49 tahun di RS Medistra, Jakarta, Sabtu (2/5/2020) pukul 06.43 WIB. Kabar meninggalnya ulama kebanggaan Banua itu pun dengan cepat tersebar terutama di media sosial.
Ribuan jemaaah memadati Masjid Jami dan sekitar kediaman Guru Zuhdi yang berada tidak jauh atau di belakang Masjid Jami, Kelurahan Antasan Kecil Timur karena mengira ke kedatangan jenazah dibawa ke rumah duka.

Pantauan SuarIndonesia.com, hingga usai Sholat Zhuhur, sambil membaca surah yaasin dan tahlil, para jemaah baik yang berada di sekitar lingkungan rumah almarhum Guru Zuhdi maupun di Masjid Jami masih tetap bertahan.
Sebelumnya, salah satu anak murid beliau yang juga merupakan ulama, Ustadz HM Rasyid Ridho mengimbau kepada para jamaah untuk tidak datang ke rumah duka dan cukup mendoakan di rumah saja karena kondisi pandemi virus Corona saat ini.
“Kami mewakili keluarga beliau, dengan keadaan saat ini, keluarga meminta kepada seluruh jamaah dan pecinta Abah Guru Zuhdi untuk mendoakan beliau di rumah masing-masing,” imbau putra almarhum KH Ahmad Bakri tersebut.
Jenazah Guru Zuhdi tiba diperkirakan sekitar pukul 17.00 WITA yang menurut rencana setelah dishalatkan di Masjid Harun Aliah Komplek Citra Graha Jalan A Yani Km 18 kemudian dishalatkan ke Masjid Jami dan dimakamkan di Belakang Tempat Pengajian Rumah Almarhum.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















