Rentetan Karhutla di Kalsel Tak Ada Terjerat Pelakunya

Rentetan Karhutla di Kalsel Tak Ada Terjerat Pelakunya
Kabid humas Poldakalsel, AKBP M. Rifai (istimewa/suarindonesia.com)

Suarindonesia– Rentetan peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga saat ini masih belum diketahui siapa pelakunya dan motif sebenarnya, apakah ada unsur kesegajaan, atau faktor alam dan lainnya. Hingga kini masih menjadi tanda tanya besar.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Suarindonesia.com, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan per Januari hingga 28 Agustus 2018 berjumlah 409 kali dengan total keseluruhan luas lahan terbakar di Kalsel seluas 1.405,75 hektar. Jumlah tersebut belum termasuk kejadian di bulan September 2018.

Adapun rincian wilayah terbakar adalah sebagai berikut diantaranya Kabupaten Hulu Sungai Tengah, 16,8 Hektar (Ha), Hulu Sungai Utara 95,5 Ha, Balangan 27,5 Ha, Tabalong 17 Ha, Tanah Laut 293,8 Ha, Tanah Bumbu 36 Ha dan Kotabaru 7,9 Ha. Sedangkan wilayah Banjarmasin 2 Ha, Banjarbaru 368,6 Ha, Banjar 272,1 Ha, Barito Kuala 8,3 Ha, Tapin 127,15 Ha dan Hulu Sungai Selatan 133,1 Ha.

Sementara Kabid Humas Polda Kalsel, AKBP M Rifai mengatakan bahwa semua kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalsel masih dalam tahap penyelidikan.

Apakah ada unsur kesegajaan atau faktor lainnya dan memang hingga saat ini belum ada ditetapkan pelaku atau tersangkanya.

Pihaknya akan terus melakukan patroli dan siaga serta mengarahkan semua jajaran ke wilayah dan titik karhutla untuk melakukan imbauan kepada masyarakat tentang bahaya serta ancaman atas kahrutla itu sendiri.

Sebelumnya, Polda Kalsel mengeluarkan Maklumat tentang larangan melakukan pembakaran terhadap hutan atau lahan di wilayah Provinsi Kalsel. Yakni seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha dibidang kehutanan, perkebunan, pertanian, dilarang membuka lahan atau land cleaning dengan cara membakar.

Apabila menemukan titik api di lokasi lahan milik pribadi atau milik orang lain agar segera melaporkan kepada pemerintah setempat, instansi terkait, TNI maupun Polri, untuk dilakukan pemadaman secara bersama-sama.

Terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan akan dikenakan pasal berlapis karena telah melakukan Tindak Pidana sesuai pasal ditetukan tentang karhutla itu. (RA)

 635 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: