Suarindonesia – Lahan perkebunan sawit seluas 4.516 hektare di Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru mendapatkan program peremajaan. Setiap hektare lahan yang diremajakan mendapat suntikan dana Rp25 juta.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, drh. Suparmi mengatakan sumber dana untuk peremajaan kelapa sawit pekebun dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).
Besaran dana yang akan dikeluarkan untuk peremajaan kelapa sawit ini sebesar Rp25 juta perhektare dan berbentuk dana hibah.
Suparmi menambahkan, untuk menyelenggarakan peremajaan kelapa sawit pekebun ini harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Suparmi berharap, daerah lain di Kalsel yang memiliki perkebunan sawit juga dapat mengajukan penyelenggaraan peremajaan kelapa sawit pekebun.
Luas perkebunan kelapa sawit di Kalsel mencapai 404.231 hektare yang terdiri dari Perusahaan Besar Swasta (PBS) seluas 311.670 hektare, Perkebunan Rakyat sebesar 86.822 Hektare, dan Perkebunan Besar Negara seluas 5.739 hektare.
Sedangkan dari sisi produksi, sebesar 1.325.365 ton dan produktivitas CPO sebesar 3.288 kg per hektare.
Sedangkan produktivitas inti sawit mencapai 896,6 kg per hektare pertahun.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Drs H Abdul Haris pada saat membuka sosialisasi peremajaan kelapa sawit pekebunan , Senin (1/4) di Q Grand Dafam menambahkan, secara nasional target peremajaan kelapa sawit pekebun di tahun 2019 seluas 200 ribu hektare, sementara di Kalsel ditargetkan seluas 4.516 hektare yang yang tersebar di 3 kabupaten.
“Mengingat potensi kelapa sawit di Kalsel dan peran Kelapa Sawit dalam menyumbang devisa negara sangat besar, maka perlu upaya berkesinambungan untuk menjaga dan mengembangkan peran kelapa sawit,” ujarnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















