PUASA SUNNAH dan Adapun Kewajiban Diperintahkan Pondasi, Sedangkan Sunnah Mengikutinya

PUASA SUNNAH dan Adapun Kewajiban Diperintahkan Pondasi, Sedangkan Sunnah Mengikutinya

SuarIndonesia – Puasa sunnah yang dianjurkan yakni puasa harian (senin dan kamis), puasa bulanan (puasa pertengahan bulan) dan puasa tahunan (puasa 6 hari syawal setelah satu bulan Puasa Ramadhan)

Pimpinan Majelis Ta’lim As Shofa, tuan guru H.I lham Humaidi menjelaskan Puasa Syawal 2022 dimulai pada 2 Syawal 1443 H atau sehari setelah Idul Fitri, sesuai dengan konversi kalender Hijriah ke Masehi.

Puasa ini tidak dikerjakan sejak 1 Syawal karena bertepatan dengan Idul Fitri yang termasuk ke dalam hari-hari haram berpuasa.

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ، – رضى الله عنه – أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ ‏”

Artinya: Dari Abu Ayyub al-Ansari, Rasulullah SAW berkata, “Dia yang berpuasa selama Ramadhan dan melanjutkannya dengan enam hari puasa saat bulan Syawal akan seperti melakukan puasa terus-menerus.” (HR Muslim).

Dari Hadits ini ujar lulusan Tarim Yaman ini, bulan syawal merupakan peluang bagi kita sebagai muslim melakukan ibadah yang disunahkan Rasulullah.

Lebih jauh dirinya mengatakan, terkhusus bagi perempuan saat Ramadhan ada yang berhalangan melakukan ibadah puasa wajib, maka bisa mengqadha puasanya di bulan syawal.

“Perempuan melaksanakan qadhaan puasa Ramadhan, maka ia juga dapatkan pahala puasa sunnah syawal,” katanya

Melaksanakan ibadah sunnah merupakan penyempurna dari ibadah wajib, namun ibadah yang sunnah tidak bisa menutupi ibadah yang wajib, melainkan sunnah yang semacamnya.

“Seperti Sholat wajib dengan sholat sunnah, sebelum sholat wajib ada qabliyah dan ba’diyah, sama halnya dengan puasa ramadhan dengan puasa sunah syawal,”katanya

Adapun kewajiban yang diperintahkan itu sebagai pondasi sedangkan yang sunnah mengikutinya.

Orang yang mengerjakan kewajiban dengan meninggalkan yang haram dan tidak melaksanakan yang sunnah, itu lebih baik daripada orang yang melaksanakan sunnah akan tetapi melalaikan sebagian kewajiban yang diperintahkan Allah.

“Jangan sampai kita terlena dengan melakukan yang sunnah sehingga tertinggal yang wajib, inilah pentingnya ilmu agama untuk melakukan amal ibadah,”ujarnya

Semoga kita dipertemukan kembali di Ramadhan tahun akan datang,(HM)

 

 

 77 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!