Probowo Sorot Masalah yang Dialami Emak-Emak dan Ulama

- Penulis

Minggu, 23 September 2018 - 17:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Presiden, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Sandiaga Uno (Net/Suarindonesia.com)

Suarindonesia – Calon Presiden RI nomor urut 2 Prabowo Subianto menjadi pembicara dalam acara ramah-tamah Badan Pemenangan Prabowo-Sandi. Ia menyoroti sejumlah permasalahan, di antaranya yang terkait dengan ibu-ibu dan ulama.

“Karena itu saya optimistis. Walaupun kita berjuang dengan rintangan besar dan kita lihat banyak emak-emak dikejar-kejar dan diseretl. Ulama diintimidasi,” ujar Prabowo di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Minggu (23/9).

Selain itu Prabowo juga membahas soal kebebasan berpendapat yang menurutnya perlahan mulai dibatasi. “Bahkan lebih hak berkumpul dan menyatakan pendapat, cita-cita yang dijamin UU? Demokrasi yang diperjuangkan dengan susah kita hadapi tentu optimis. Kita bersama rakyat, ” lanjutnya seperti dikutip dalam kumparan.com

Prabowo juga bercerita, berdasarkan hasil kunjungannya di beberapa daerah, ia banyak mendapatkan pesan. Salah satunya dari seorang pemuda di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

“Dari sorotan mata mereka itu terdapat pesan harapan mereka yang katakan saya harus menang. Rakyat kecil. Saya pernah di Cengkareng mau ke luar negeri naik boogie, pengemudinya baru lulus SMA. Dia bilang selamatkan Indonesia. kita terjajah. Anak 19 tahun sudah bisa tangkap dan lihat dan rasakan persoalan bangsa,” ungkap dia.

Baca Juga :   PRESIDEN Boleh Ikut Kampanye Politik Pilkada

Ia pun berpesan agar merebut kemenangan di Pilpres 2019 nanti dengan damai dan sopan. “Kita bertekad untuk damai sopan dan positif tapi kita harus tegar dan kita tidak mau dibohongi lagi, “pungkasnya. (BY).

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi
DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa
KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS
FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!
POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak
KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus
DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026
PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:31

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Senin, 27 Juli 2026 - 22:10

PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN

Senin, 27 Juli 2026 - 20:32

GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:31

CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:16

SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:11

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Berita Terbaru

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Jul 2026 - 19:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca