PRESIDEN Prabowo: Pengawasan Keluhan MBG sebagai Bentuk Tanggung Jawab Negara

- Penulis

Senin, 17 November 2025 - 19:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai menghadiri peluncuran digitalisasi pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025). (Foto: Antara/Mentari Dwi G)

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai menghadiri peluncuran digitalisasi pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025). (Foto: Antara/Mentari Dwi G)

SuarIndonesia — Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintah terus memperketat pengawasan terkait keluhan masyarakat dalam prosedur pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap kesehatan siswa.

Hal itu disampaikan Presiden saat meresmikan Program Digitalisasi Pembelajaran 2025 di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025), menanggapi laporan sejumlah kasus gangguan kesehatan yang dialami siswa dalam program MBG.

“Dari sekian juta ada kekurangan, ada yang mereka bilang keracunan. Yang namanya sakit perut, biasa sebetulnya, makan di warung. Saya makan di rumah aja sering salah makan, kadang-kadang kurang cuci tangan, tapi kita ambil alih tanggung jawab,” katanya.

Presiden Prabowo meminta publik tidak serta-merta mengaitkannya dengan program MBG. Ia menyebut gejala yang dilaporkan, umumnya lebih bersifat seperti sakit perut ringan, dan bisa berasal dari banyak faktor.

Meski begitu, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tetap mengambil alih tanggung jawab penuh dan memastikan seluruh persoalan ditangani secara serius.

Ia menginstruksikan agar seluruh pihak yang terlibat memperketat persiapan, mulai dari prosedur higienitas hingga penggunaan peralatan pendukung.

“Tidak boleh ada sedikitpun penyimpangan. Karena itu sekarang persiapan lebih ketat, pemantauan lebih keras. Alat pembersih ompreng, alat filtrasi air, dan sebagainya harus disiapkan,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menilai bahwa secara keseluruhan masyarakat telah merasakan manfaat dari program tersebut.

Presiden meyakini bahwa manfaat program akan semakin terasa seiring penyempurnaan pelaksanaan di lapangan.

Dikatakan Presiden, program MBG telah berhasil menjangkau 44 juta penerima manfaat dalam satu tahun pelaksanaan. Capaian ini melampaui program serupa di Brazil, yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat.

Kepala Negara mengingatkan bahwa pekerjaan besar masih menanti. Pemerintah menargetkan penerima MBG mencapai 82,9 juta jiwa.

“Saya minta kesabaran. Ini uang rakyat, harus disiapkan dengan baik agar tidak terjadi penyimpangan,” katanya menegaskan.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (kedua kanan) menyapa siswa-siswa sebelum meluncurkan program Digitalisasi Pembelajaran Untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025). Foto: Antara/Aditya Pradana P)

Digitalisasi pembelajaran percepat transformasi pendidikan

Sementara itu, dilansir dari AntaraNews, Presiden menyampaikan bahwa digitalisasi pembelajaran menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi pendidikan nasional.

Baca Juga :   WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026

“Ini adalah program kita, sebagai usaha kita, upaya kita untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional kita,” kata Prabowo dalam pidato pada acara peluncuran penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard untuk sekolah-sekolah di Indonesia di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).

Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya kesadaran untuk mengenali tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan, sebagai dasar untuk menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

Presiden juga menggarisbawahi peran pendidikan sebagai unsur utama dalam proses kebangkitan bangsa.

Prabowo menilai kemajuan suatu negara bergantung pada kemampuan masyarakat dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk melalui sistem pendidikan yang telah berkembang sejak masa sebelum kemerdekaan.

Presiden menyampaikan bahwa pendidikan dan penguasaan sains serta teknologi merupakan fondasi yang menentukan tingkat keberhasilan dan kemakmuran suatu bangsa.

“Kita memahami bahwa pendidikan dan teknologi, science, ilmu pengetahuan adalah kunci keberhasilan, adalah kunci kemakmuran. Tidak ada kemakmuran kalau kita tidak bisa menguasai sains dan teknologi,” kata Prabowo.

Kepala Negara menyatakan capaian target Program Digitalisasi Pembelajaran 2025 melalui pemasangan perangkat smartboard atau interactive flat panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia melampaui ekspektasi awal pemerintah.

“Saya berpikir program ini mungkin butuh satu tahun lebih, tapi ternyata sejak kita canangkan pada Mei, yang mulai ratas itu Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November ini sudah tadi dilaporkan 173.000 panel terpasang,” katanya.

Presiden pun mengapresiasi kinerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas capaian tersebut.

“Saya berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah beserta seluruh jajarannya yang telah berhasil menjalankan program ini dengan luar biasa,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HARI KE-14: Tiga Kapal Negara Perkuat Operasi SAR KMP Virgo Transport 8
OPERASI Pencarian Korban KM Virgo Dilanjutkan Tujuh Hari Berikutnya, 71 yang Belum Ditemukan
KORUPSI PERTAMBANGAN: Tim Jampidsus Geledah Sejumlah Lokasi di Kaltara
KORUPSI NIKEL: Kejagung Tetapkan Korporasi dan Empat Orang Tersangka
KASUS SAMIN TAN: 436 Ribu Ton Batu Bara Dilelang Kejagung, Laku Rp 179 M
KASUS “CHROMEBOOK”: Hukuman Nadiem Dikurangi jadi 9 tahun Penjara
KASUS SUAP NIKEL: Eks Ketua Ombudsman Dituntut 5,5 Tahun Penjara
PELUKAN TERAKHIR di Laut : Janji Suci Pasangan Yuli dan Abdianoor hingga Ajal Menjemput

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:35

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 September 2026 - 15:44

LANAL Banjarmasin Kegiatan “Trauma Healing” pada Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat

Minggu, 27 September 2026 - 15:33

PEDULI LINGKUNGAN, Sungai Pemurus jadi Sasaran Aksi Bersih

Minggu, 27 September 2026 - 00:19

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07

KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat

Sabtu, 26 September 2026 - 21:26

ATASI Karhutla, DPRD Kalsel Gaungkan Semangat Pancasila

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20

PULUHAN PENYELAM Menghadapi Kondisi Ekstrem Menemukan -Mengevakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Sabtu, 26 September 2026 - 18:13

KEMBALI TERIDENFITIKASI Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8, Pencarian Masih Berlangsung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto

Balangan

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:35

Anggota Polda Kalsel melakukan metode suntik gambut dalam penanggulangan karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. (Foto: Antara)

Kab. Banjar

6,7 HA Karhutla Gambut Dipadamkan Lewat Metode Suntik

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:58

Yanuar Diansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. (Foto: HO-Dinkes Banjarmasin)

Kalsel

WASPADA! ISPA Banjarmasin Alami Peningkatan

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca