Suarindonesia – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online jalur prestasi untuk SMPN resmi ditutup, Senin (17/6/2019). Hasilnya ada sekitar 93 peserta didik baru yang sudah terdaftar, baik melalui jalur prestasi akademik maupun non akademik.
Mereka tersebar beberapa sekolah, seperti SMPN 1, 2, 3, 7, 9, 11, 23, 24, dan 26. “Jadi sekolah inilah yang banyak dipilih pendaftar,” ucap Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Banjarmasin, Drs Sah Nan, Rabu (19/6/2019).
Dengan demikian Disdik menyatakan, sesuai petunjuk teknis pelaksanaan, mengacu pada Permendikbud terkait regulasi PPDB online SMPN 2019 bahwa capaian kuota 5 persen dari jalur prestasi di Banjarmasin sudah berjalan dengan baik.
“Jika dihitung persentasenya sudah terisi sekitar 90 persen. Dan tidak ada perpanjangan lagi untuk pendaftaran karena kuota sudah cukup. Sedang pengumuman 24 Juni nanti,” ujarnya.
Kendati demikian, Sah Nan mengatakan, sebaran pendaftar memang tak merata. Dari 9 sekolah tersebut, ada beberapa sekolah yang digandrungi peserta didik baru karena dianggap baik.
“Seperti SMPN 1 dan 7 ini, sekolah paling banyak pendaftarnya. Jumlahnya mencapai 23 orang,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, dari sekitar 93 pendaftar diketahui ada 2 peserta yang dinyatakan gugur oleh panitia seleksi. Pasalnya, setelah dilakukan verifikasi ternyata ada kekurangan di bagian administrasi.
“Jadi penyebabnya peringkat prestasinya 2 siswa ini ternyata tidak cukup, sehingga mereka gugur,” imbuhnya.
Sebenarnya lanjut Sah Nan, berdasarkan data ada 100 peserta didik baru yang berprestasi tinggi.
Akan tetapi tak semuanya mendaftarkan diri di jalur prestasi.
Sah Nan berasumsi, kemungkinan peserta didik itu pindah ke luar daerah. Atau bisa juga mendaftar ke sekolah swasta yang dinilai lebih baik.
“Artinya kalau memang siswa ini nantinya mendaftar juga harus melalui jalur reguler. Karena prestasi sudah ditutup,” jelasnya.
Selain itu, Sah Nan berharap, sekolah yang dituju peserta didik terus bisa memberikan pembinaan terhadap pendaftar berprestasi ini. Sehingga apa prestasi yang dimiliki siswa tak terputus ketika sudah di SMP.
“Diharapkan sekolah yang dimasuki bisa melakukan pengawasan agar prestasi bisa terus dilanjutkan,” pungkasnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















