POLITIK Uang Jadi Akar Permasalahan di Indonesia

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 23:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar antropologi politik University of Amsterdam, Belanda, Prof Ward Berenschot memberikan pengantar saat pemutaran film dokumenter berjudul

Pakar antropologi politik University of Amsterdam, Belanda, Prof Ward Berenschot memberikan pengantar saat pemutaran film dokumenter berjudul "Amplop Demokrasi", di kampus FISIP Universitas Diponegoro Semarang, Rabu (20/8/2025). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

SuarIndonesia — Pakar antropologi politik University of Amsterdam, Belanda, Prof Ward Berenschot menegaskan bahwa politik uang yang sedemikian masif merupakan akar berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia.

“Saya sudah ikuti, mantau pemilu di Indonesia sejak 2009. Saat itu sudah ada praktik bagi uang, amplop. ‘Serangan fajar’. Tapi, saat itu calon masih malu. Praktik ‘serangan fajar’ terjadi, tapi skala kecil,” katanya, di Semarang, Rabu (20/8/2025).

Namun, kata dia, saat ini di setiap pilkada intensitas “serangan fajar” naik, dan hampir semua calon yang berkontestasi yang diwawancarainya mengaku kalau tidak keluar uang tidak mungkin menang.

Hal tersebut disampaikannya di kampus FISIP Universitas Diponegoro Semarang, di sela pemutaran film dokumenter “Amplop Demokrasi” yang diproduksi oleh Watchdoc Documentary.

Film dokumenter “Amplop Demokrasi” mengangkat cerita tentang praktik dan dampak politik uang di sejumlah daerah di Indonesia pada Pilkada 2024 berdasarkan penelitiannya bersama 14 peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Jadi, itu (politik uang, red) sudah menjadi praktik yang sistematis yang yang sangat masif di Indonesia,” kata peneliti senior KITLV itu.

Persoalannya, kata dia, kondisi tersebut membuat ongkos politik di Indonesia menjadi mahal sehingga menimbulkan berbagai problem yang merugikan masyarakat.

“Ongkos politik menjadi akar masalah korupsi, dominasi oligarki, hingga menjadi akar masalah dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan kerusakan lingkungan. ‘Many problem’. Karena biaya politik mahal,” kata Prof Ward, seperti dilansir dari ANTARANews.

Untuk itu, ia mengajak seluruh kalangan masyarakat, terutama mahasiswa untuk memahami fenomena politik uang yang terjadi agar bisa menyetopnya, atau minimal meminimalkan.

“Pemerintah Indonesia harus ambil serius krisis ini dan tegas untuk hapuskan praktik serangan fajar, dan melaksanakan sebuah perubahan sistem elektoral untuk mengurangi pengaruh politik uang,” katanya.

Baca Juga :   TONGKAT KOMANDO Kapolresta Banjarmasin Dipegang Kombes Pol Riza Muttaqin, Begini Komitmen dan Prioritasnya

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Undip Wijayanto PhD menilai bahwa politik uang sulit diurai karena semua kalangan seolah sudah merasa terpenjara.

“Masyarakat khawatir akan calon (pemimpin) ditinggalkan setelah terpilih. Jadi, mereka menerima amplop (serangan fajar) di hari H karena merasa itu keuntungan satu-satunya,” katanya.

Politkus yang berkontestasi, kata dia, juga merasa khawatir kalah dengan saingannya sehingga menggunakan politik uang, dan pengusaha juga khawatir jika tidak memodali tidak akan mendapatkan kebijakan yang menguntungkan.

“Film ini menjadi satu stimulus untuk mendiskusikan dan mendialektikakan seperti apa politik uang. Perabadan politik Indonesia tidak akan benar jika politik uang belum bisa diatasi,” katanya.

Sementara itu, Dekan FISIP Undip Dr Teguh Yuwono menilai bahwa politik uang bisa diatasi dengan penegakan hukum secara tegas, didukung dengan kekuatan masyarakat sipil yang peduli dengan bangsa, dan tentu saja pemerintah.

“Ketika kondisi masyarakat seperti ini, solusinya itu memang hukum. Jadi tadi beliau (Prof Ward, red) mengatakan KPU, Bawaslu kurang tegas. Itu ya karena hukumnya enggak tegas. Ketika hukumnya tumpul ke atas, tajam ke bawah, maka sistem apapun tidak akan berjalan,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1
LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca