POLDA KALSEL Gelar Silaturrahmi Pencegahan Terorisme terhadap Remaja

Bagikan :
POLDA KALSEL Gelar Silaturrahmi Pencegahan Terorisme terhadap Remaja

SuarIndonesia — Adanya salah satu pemuda di Kalimantan Selatan yang diamankan oleh jajaran Densus 88 Anti Teror beberapa waktu lalu menjadi catatan tersendiri bagi para aparat keamanan.

Direktur Intelkam Polda Kalsel yang diwakili Kasubdit Kamneg Kompol Paryoto, mengatakan bahwa dalam menyikapi fenomena saat ini terutama di lingkungan sekitar,

“Kita wajib meningkatkan daya tangkal di lingkungan masyarakat terutama terhadap ajaran-ajaran Paham Radikalisme,” ucapnya dalam sambutan, Sabtu (5/2/2022).

Karena itu, ia berharap agar seluruh elemen dan lapisan masyarakat dapat mencegah ajaran paham radikalisme untuk mewujudkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Bukan tanpa alasan, Kompol Paryoto menilai, usia remaja merupakan usia yang sangat rentan lantaran pola pikirnya yang masih labil.

Sehingga menjadi sasaran empuk untuk disusupi paham radikalisme dan terorisme yang sangat merugikan masyarakat tersebut.

Sementara penyebaran paham radikal mempunyai seribu cara dalam merekrut untuk anak berusia remaja.

“Karena sampai dengan saat ini, di wilayah Kalimantan Selatan suda ada yang menjadi narapidana untuk aksi terorisme. Dan masih dalam proses penyidikan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta agar masyarakat tetap harus berhati-hati dalam memilah informasi. Misalnya dalam menggunakan media sosial.

“Apabila kita salah memilih media sosial maka kita akan mudah terpengaruh dalam paham radikal,” tegasnya.

“Kemudian jangan mudah membagikan segala sesuatu yang yabg berkaitan dengan paham ajaran radikalisme dan terorisme. Ini semua guna mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasi Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kemenag Tanbu, H. Abdul Hamid. Ia membenarkan bahwa usia remaja adalah sasaran penyebaran paham radikal.

Bukan tanpa alasan, pasalnya pemahaman jihad yang dianut oleh penyebar paham radikal ini tidak sesuai dengan tafsir Al Quran dan hadist. Termasuk pemahaman mati syahid.

“Islam merupakan agama Rahmatan lil Alamin yang mempunyai tujuan utama untuk mensejahterakan umat, apabila ada yg menyengsarakan pasti bukan ajaran agama islam,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Cabang Muhammadiyah Tanbu H. Absar, mengaku sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh jajaran Polda Kalsel atas kepedulian dalam upaya pencegahan terorisme terhadap remaja.

“Kita sangat menyambut baik atas kegiatan yang dilaksanakan hari ini, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para jamaah yang berhadir,” harapnya.

Informasi tangkal paham radikal ini disampaikan dalam kegiatan silaturrahmi Kamtibmas di Masjid An Nizham Kabupaten Tanah bumbu.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Dalam Rangka Meningkatkan Daya Tangkal & Kewaspadaan Dini Penyebaran Paham Radikalisme, Terorisme & Intoleransi Untuk Mewujudkan Kamtibmas Yang Kondusif”.

Ratusan jamaah tampak antusias mendengar giat silaturrahmi kamtibmas sampai selesai. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan dari Polda Kalsel kepada pengurus Masjid. (SU)

 296 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.