Petani di Sungai Batang Atasi Banjir, Inilah Dilakukan Bersama Paman Birin

Petani di Sungai Batang Atasi Banjir, Inilah Dilakukan Bersama Paman Birin

Suarindonesia – Hampir saban tahun setiap musim hujan tiba di Daerah Sungai Batang,  Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar,  `calap’ (tergenang).

Dengan kondisi itu menyebabkan pertanian tidak bisa maksimal.

Sebab penanaman benih  padi hanya bisa dilakukan setelah air mulai surut.

Mengatasi kondisi tersebut, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor harus turun tangan.

Dibantu Pambakal Sungai Batang, Muhamad Aspi, S AP dan warga sekitar antisipasi banjir, dipetakan.

“Kami dan Paman Birin (sapaan gubernur)  coba mengatasi banjir yang datang tahun dengan membuat tangul keliling atau parit di sekitar persawahan di Alam Roh 8,’’ ujar Aspi, Kamis (17/1).

Bersama warga, Paman Birin turun langsung untuk menantang atau mengantisifasi banjir musiman.

Pada prosesnya, menurut Aspi, upaya tersebur berhasil dan persawahan terhindar dari banjir.

“Lahan percontohan yang kami coba antisipasi luasnya 4 hektar, sekarang kering dan airnya bisa kami atur dan sudah bisa dimanpaatkan para anggota kelompok.

Seperti melacak atau menyemai untuk persiapan tanam di awal bulan Maret nanti,’’ bebernya.

Aspi mengakui, sebelum adanya parit di sekitar sawah penanaman benih hanya bisa dilakukan pada bulan Mei atau setelah musin hujan selesai.

Ia berharap keberhasilan pengaturan air ini menjadi contoh bagi petani lainnya di kawasan tersebut dan bisa meningkatkan produksi gabah.

Dikatakan, dengan pola pengaturan air ini maka bisa dilakukan dua kali tanam per tahun.

“Semoga ke depan bisa dilakukan 2 kali panen satu tahun, dengan begitu   swasembada pangan di Kalsel bisa terwujud,’’ ungkapnya.

Alumnus STIA Bina Banua Banjarmasin ini menambahkan, bibit yang ditanam saat ini jenis lokasi seperti Siam.

“Nanti kalau sudah panen baru kita siapkan bibit unggul lainnya,’’  tegasnya. (RW)

 226 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: