Petani di Sungai Batang Atasi Banjir, Inilah Dilakukan Bersama Paman Birin

- Penulis

Sabtu, 19 Januari 2019 - 01:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Hampir saban tahun setiap musim hujan tiba di Daerah Sungai Batang,  Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar,  `calap’ (tergenang).

Dengan kondisi itu menyebabkan pertanian tidak bisa maksimal.

Sebab penanaman benih  padi hanya bisa dilakukan setelah air mulai surut.

Mengatasi kondisi tersebut, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor harus turun tangan.

Dibantu Pambakal Sungai Batang, Muhamad Aspi, S AP dan warga sekitar antisipasi banjir, dipetakan.

“Kami dan Paman Birin (sapaan gubernur)  coba mengatasi banjir yang datang tahun dengan membuat tangul keliling atau parit di sekitar persawahan di Alam Roh 8,’’ ujar Aspi, Kamis (17/1).

Bersama warga, Paman Birin turun langsung untuk menantang atau mengantisifasi banjir musiman.

Pada prosesnya, menurut Aspi, upaya tersebur berhasil dan persawahan terhindar dari banjir.

“Lahan percontohan yang kami coba antisipasi luasnya 4 hektar, sekarang kering dan airnya bisa kami atur dan sudah bisa dimanpaatkan para anggota kelompok.

Baca Juga :   KPK BUKA SUARA soal PN Jaksel Menangkan Praperadilan Sahbirin Noor

Seperti melacak atau menyemai untuk persiapan tanam di awal bulan Maret nanti,’’ bebernya.

Aspi mengakui, sebelum adanya parit di sekitar sawah penanaman benih hanya bisa dilakukan pada bulan Mei atau setelah musin hujan selesai.

Ia berharap keberhasilan pengaturan air ini menjadi contoh bagi petani lainnya di kawasan tersebut dan bisa meningkatkan produksi gabah.

Dikatakan, dengan pola pengaturan air ini maka bisa dilakukan dua kali tanam per tahun.

“Semoga ke depan bisa dilakukan 2 kali panen satu tahun, dengan begitu   swasembada pangan di Kalsel bisa terwujud,’’ ungkapnya.

Alumnus STIA Bina Banua Banjarmasin ini menambahkan, bibit yang ditanam saat ini jenis lokasi seperti Siam.

“Nanti kalau sudah panen baru kita siapkan bibit unggul lainnya,’’  tegasnya. (RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MAYAT MA Mengapung di Sungai Lok Tamu, Diduga Mau Cuci Baju
JASAD PEREMPUAN MEMBUSUK di Dalam Kamar, Sebelum Temuan Terdengar Pertengkaran
AKSI TAWURAN Kelompok Remaja di Tembus Mantuil, Pelaku Diamankan Polresta Banjarmasin
JEMAAH HAJI Kloter 02 Debarkasi Banjarmasin Mendarat di Bandara Syamsuddin Noor
KAYU HALABAN Dikembangkan untuk Komoditas Unggulan Kalsel
HARI LINGKUNGAN HIDUP, Setwan Kalsel Bersihkan Got Tersumbat
KECELAKAAN MAUT di Lintasan S Parman Banjarmasin, Renggut Nyawa Seorang Perempuan
GERAKAN INDONESIA ASRI, Polda Kalsel Bersinergi Pemprov Aksi Bersih-bersih Bantaran Sungai Martapura

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:58

MENKO KUMHAM IMIPAS: Masih Banyak Pungli Dilakukan Jajaran Birokrasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:11

KASUS PEMERASAN SERTIFIKAT K3: 10 Terdakwa Divonis 1,5–6,5 Tahun Penjara

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:04

KPK GELEDAH KEDIAMAN Eks Wamen Imipas Silmy Karim

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:21

KEJATI KALSEL Pemulihan Keuangan Negara 7 Miliar Lebih Insiden Tertabraknya Konstruksi Jembatan Pulau Laut

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:17

KEJAGUNG: ‘Sudah Pelajari Kasus Korupsi MBG Sejak Lama’

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:02

EKS WAMENAKER Noel Divonis 4,6 Tahun Penjara

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:53

DUGAAN PEMERASAN, KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Tujuh ASN

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:00

WAMEN IMIPAS Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Berita Terbaru

Lokasi bocah Jio Norahito (11) yang hilang di Sungai Kapuas, Desa Sei Hanyu, Kabupaten Kapuas, Kalteng. (Foto: dok SAR Palangka Raya)

Kalteng

SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:52


Pelaku R pembacok ibu dan anak di Palangka Raya, Minggu (7/6/2026). (FotoL dok Polsek Pahandut)

Hukum

PRIA R NGAMUK Bacok Ibu dan Anak

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:45

Mayat MA mengapung di sungai Desa Lok Tamu, Banjar. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

MAYAT MA Mengapung di Sungai Lok Tamu, Diduga Mau Cuci Baju

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:36

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca