PERSEDIAAN OKSIGEN di RS Terancam Habis, Pasien Covid Melonjak

- Penulis

Minggu, 25 Juli 2021 - 21:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Ancaman kehabisan stok oksigen kini menghantui rumah sakit yang jadi rujukan pasien Covid-19. Padahal saat ini Kalimantan Selatan sedang mengalami lonjakan pasien Covid-19. Terlebih banyak pasien yang memerlukan penanganan medis khususnya oksigen.

Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin.

Saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu (24/07/2021) tadi malam. Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati mengatakan, saat ini pihaknya memang masih memiliki ketersediaan oksigen.

Stok oksigen itu tersimpan dalam 300 unit tabung berukuran satu setengah meter dan dua penampungan besar, masing-masing berisi liquid oksigen 4.500 kilogram dan 5.000 kilogram.

Namun ia memperkirakan jumlah tersebut hanya mampu bertahan hingga satu hari kedepan saja.

“Satu hari cukup, masih ada. Kan dibagi-bagi, sehari dua ada lagi datang stoknya,” ungkapnya pada awak media melalui sambungan telepon, Sabtu (24/07/2021) tadi malam.

Ia mengakui, rata-rata oksigen di RSUD Ulin digunakan untuk penanganan pasien Covid-19 yang bergejala. Apalagi ketika jumlah pasien yang terpapar virus asal Wuhan di Kalimantan Selatan ini belakangan mengalami peningkatan.

Kondisi lebih parah malah terjadi di RSUD Dr H Moch Ansari Saleh, Banjarmasin.

Pasalnya, Dr dr Izaak Zoelkarnain yang menjabat sebagai Direktur di rumah sakit yang beralamat di Jalan Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara itu membeberkan, stok oksigen di tempatnya hanya bisa bertahan hingga hari ini saja yakni Minggu (25/07/2021).

“Yang tabung kami ada 20, yang liquid baru saja diisi sekitar 6.000 kilo. Kemampuan oksigen mungkin hanya sampai hari Minggu saja. sedangkan pengiriman kami belum tahu. Mudah-mudahan besok ada kiriman lagi,” jelas Izaac.

Baca Juga :   KESIAPAN Personel Polresta Banjarmasin Pengamanan TPS

Meski ia mengaku rutin melakukan pengisian liquid oksigen, guna memenuhi kebutuhan para pasien. Namun beberapa hari belakangan, kedatangan oksigen di rumah sakit yang dipimpinnya itu sedikit mengalami keterlambatan.

Hal itu pun tentunya membuat pihak rumah sakit harus bekerja lebih ekstra, untuk memenuhi kebutuhan pasien.

“Beberapa hari terakhir pengiriman mepet-mepet terus, sehingga kami harus kejar-kejaran memenuhi kebutuhan pasien,” ungkapnya.

Lantas, apakah status PPKM Level 4 bakal berpengaruh dengan ketersediaan stok oksigen? Mengingat vonis yang dikeluarkan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Republik Indonesia itu berlaku di dua wilayah, yakni Kota Banjarmasin dan Banjarbaru.

Sedangkan lokasi dua rumah sakit milik Pemprov Kalsel ini berada di Ibukota Provinsi, yakni Banjarmasin.

Terkait hal itu, Izaak hanya bisa berharap untuk suplai oksigen di RSUD Dr H Moch Ansari Saleh tidak terganggu.

Hal senada juga diungkapkan Suciati, ia juga mengaku hanya bisa berharap distribusi oksigen ke Kalimantan Selatan tidak mengalami gangguan, agar kebutuhan pasien bisa terpenuhi.

“Selama ini yang suplai oksigen ke kami ada dua, satu yang dari Jawa, satu lagi ada yang dari Kalimantan Timur,” ujar Suci.

Ia pun berpesan kepada masyarakat, agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Misal kalau mau kerja pakai masker, mau ketemu keluarga jauh mending ditunda dulu. Karena sekarang ini sudah banyak yang terpapar,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RATUSAN SOPIR TRUK dengan Armadanya Bereaksi, Dugaan BBM Biosolar Dilarikan ke Perusahaan Tambang di Kalsel
MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina
TERDAKWA Pecatan Polisi, Pembunuh Mahasiswi ULM “Lolos” dari Hukuman Lebih Berat
MENKES: Label Nutri-Level untuk Pilih Makanan-minuman Sehat
AKSI MASSA di Gedung DPRD Kalsel, Soroti MBG dan Nasib Guru Honorer
HEBOHKAN DUGAAN PEREKAMAN Diam-diam di Toilet Pasar Sentra Antasari
DIPERCEPAT Penyelesaian dan Penetapan Batas 1.871 Desa di Kalsel
DITERAPKAN Transaksi Nontunai di Seluruh Desa Kalsel

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:58

RATUSAN SOPIR TRUK dengan Armadanya Bereaksi, Dugaan BBM Biosolar Dilarikan ke Perusahaan Tambang di Kalsel

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:52

MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:51

MENKES: Label Nutri-Level untuk Pilih Makanan-minuman Sehat

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:01

TANGAN TERBORGOL, Eks Pejabat Kejari HSU Digiring ke Ruang Persidangan Tipikor Banjarmasin

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:33

ERA BARU Logistik Polri Semakin Modern untuk Menunjang Pelayanan kepada Masyarakat

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:20

PRESTASI GEMILANG di Tingkat Nasional, Kapolda Kalsel “Diganjar Penghargaan” dari Kapolri

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:00

SOSOK PRIA Videonya Viral, Khalikin Buka Suara dan “Gentlemen” Minta Maaf ke Publik

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:23

SERATUS DRIVER SKPD Pemprov Dilatih Ditlantas Polda Kalsel Keterampilan Safety Driving di SDC Banjarbaru

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca