PERKUAT DTSEN, Operator Desa Digaji Khusus

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mensos Saifullah Yusuf dalam acara sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (26/2/2026). (Antara/Lintang B Prameswari)

Mensos Saifullah Yusuf dalam acara sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (26/2/2026). (Antara/Lintang B Prameswari)

SuarIndonesia — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memberikan dukungan gaji khusus bagi operator data desa guna memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar lebih akurat.

“Menteri Desa, Pak Yandri, telah memberikan dukungan, misalnya mendorong desa untuk menghadirkan serta membiayai operator data desa, termasuk pemberian gaji. Ini sangat berarti bagi kami, karena keberadaan operator desa sangat menentukan. Pengambilan kebijakan sangat bergantung pada siapa yang memasukkan data, dan itu dilakukan oleh operator data desa serta dinas sosial setempat,” katanya dalam acara sosialisasi DTSEN di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (26/2/2026).

Gus Ipul menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemensos membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk terlibat dalam pemutakhiran data karena ia mengakui masih ada kekurangan dan beberapa error dalam DTSEN. Oleh karena itu, melalui keterlibatan masyarakat secara luas, ia berharap data yang ada bisa semakin solid.

“Dari hari ke hari, tingkat kesalahan terus menurun, terlebih jika masyarakat semakin sadar dan aktif terlibat,” ujar dia.

Konsolidasi perbaikan DTSEN bersama Kemendes PDT dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang mengamanatkan kementerian/lembaga untuk saling berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam rangka perbaikan data yang lebih akurat sehingga penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.

“Data yang akurat akan menghadirkan keadilan dan memastikan tidak ada lagi yang tersisih. Kabupaten Karawang telah menjadi contoh sebagai kabupaten yang berhasil mengelola APBD untuk memaksimalkan bantuan kepada masyarakat, salah satunya capaian universal health coverage (UHC), semoga ini bisa diterapkan juga di daerah-daerah lain,” tutur Saifullah Yusuf dilansir dari AntaraNews.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, melalui DTSEN, maka tidak akan ada lagi kecurangan di tingkat desa terkait data bantuan sosial. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, Kemendes PDT diminta melakukan pemutakhiran data di tingkat desa yang dikumpulkan melalui RT/RW, kemudian dipantau dan dipastikan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan pendamping desa secara transparan.

Baca Juga :   BMKG: EL NINO Diprediksikan Bertahan hingga Kuartal I 2027

“Dengan mekanisme ini, tidak ada lagi ‘kongkalikong’ data di tingkat desa. Insyaa Allah, dengan cara ini akurasi DTSEN akan semakin baik, karena jika datanya benar, maka tidak akan terjadi lagi kondisi di mana yang berhak justru tidak menerima bantuan, sementara yang tidak berhak malah menerima. Kuncinya ada di tingkat desa, di mana jumlah desa di Indonesia saat ini telah mencapai 75.266 desa,” ujar Yandri.

Ia memahami dinamika dan perkembangan data yang terus berubah setiap saat yang menyesuaikan dengan angka kelahiran, jumlah orang meninggal, pindah, jatuh miskin, menjadi sejahtera, atau mengalami graduasi. Dinamika tersebut harus dijawab dengan kolaborasi kementerian dan lembaga di tingkat desa.

“Irisan kerja antara Kemensos dan Kemendes PDT sangat erat, sehingga data yang benar dapat digunakan secara tepat untuk penyaluran bantuan sosial, afirmasi pembangunan, dan program lainnya. Insyaa Allah dengan DTSEN, data yang selama ini terpecah dan tidak terkoordinasi dengan baik, akan berjalan lebih akurat dan adil untuk masyarakat,” ujar Yandri. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1
LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca